Kasus Dilimpahkan Ke Mabes Polri, Pihak Pelapor Bakal Kirim Surat ke Kapolri 

Safari
Kasus Dilimpahkan Ke Mabes Polri, Pihak Pelapor Bakal Kirim Surat ke Kapolri 
Jakarta, HanTer - Fikri Abdul Azis dan Anthony James Harahap, tim kuasa hukum Ruznie OMS, pemegang PT. Rinjani Kertanegara menilai ada kejanggalan proses hukum dugaan tidak pidana penggelapan dan penipuan sengketa kepemilikan saham  PT Rinjani Kartanegara. Apalagi Noerdiansyah Nasrie, Direktur PT Rinjani Kartanegara telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Kalimantan Timur September 2017 lalu.

Jakarta, HanTer - Fikri Abdul Azis dan Anthony James Harahap, tim kuasa hukum Ruznie OMS, pemegang PT. Rinjani Kertanegara menilai ada kejanggalan proses hukum dugaan tidak pidana penggelapan dan penipuan sengketa kepemilikan saham  PT Rinjani Kartanegara. Apalagi Noerdiansyah Nasrie, Direktur PT Rinjani Kartanegara telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Kalimantan Timur September 2017 lalu.

Namun beberapa waktu pasca penetapan tersangka terhadap Noerdiansyah Nasrie, pada 5 Oktober 2017 lalu, Ruznie OMS, pelapor penggelapan dan penipuan sengketa kepemilikan saham PT Rinjani Kartanegara diberikan SP2HP  oleh Penyidik Polda Kaltim yang isinya ,atas perintah Kabareskrim 
Perkara tersebut ditarik ke Mabes Polri. Tapi hingga saat ini, penyidikan tersebut belum juga menunjukan titik terang.

Anehnya lagi, bersamaan dengan kasus pidana yang sedang berlangsung, di bulan yang sama PT. Rinjani Kertanegara tersebut dinyatakan pailit tanpa sepengetahuan Ruznie OMS sebagai pemegang saham awal. Pihak pelapor menduga hal tersebut dilakukan untuk menghindari adanya konsekuensi atau proses hukum yang sedang berjalan.

Fikri menganggap ada kejanggalan dalam proses hukum yang dilakukan pihak Bareskrim Polri yang menarik perkara tersebut dan melakukan penyelidikan kembali, padahal sebelumnya penyidik Polda Kaltim telah memutuskan bahwa pihak terlapor sebagai tersangka.

“Apalagi dalam proses hukum tersebut tiba-tiba PT Rinjani Kertanegara dinyatakan pailit tanpa sepengetahuan pihak Ruzmie OMS, ini ada apa..,?” ungkap Fikri Abdul Azis dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Fikri menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyurati sejumlah instansi guna mengajukan permohonan perlindungan hukum, diantaranya Kapolri, kabareskrim, Kejaksaan Agung, hingga KPK agar perkara tersebut mendapatkan titik terang kelanjutan proses hukum terhadap tersangka Noerdiansyah Nasrie.

“Kami berharap, perkara ini segera terselesaikan, karena cukup banyak kerugian yang diderita pelapor, baik waktu, tenaga, maupun kerugian materil yang ditaksir mencapai lebih dari 5 trilyun rupiah. Kami berharap Bareskrim kembali melimpahkan proses hukum tersebut ke Polda Kaltim.”

“Untuk apa diperiksa kembali, Polda Kaltim sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan sebelumnya sudah memutuskan penetapan status tersangka terhadap terlapor, dan akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan tambah Fikri.

“Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat ke Kapolri, Kabareskrim, Kompolnas, Kejaksaan Agung, Ombudsman dan KPK untuk dapat mengetahui dan turun tangan mengawal perkara ini yang kami anggap ada unsur perbuatan tidak professional," tutupnya.