Senior Polri Sesalkan Ada Polisi Melarang Sholat di Masjid Polda Jatim

Safari

Jakarta, HanTer - Mantan Jendral Polri yang saat ini menjadi pengurus pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anton Tabah Digdoyo menyesalkan jika benar terjadi peristiwa polisi yang melarang ibu-ibu pengantar Sugi Nur Raharja alias Gus Nur sholat di masjid Polda Jatim. Saat ini video ibu - ibu yang dikarang sholat itu bisa dilihat di YouTube dengan judul "Ada yang Aneh Saat Emak - Emak Kawal Gus Nur". 

"Jika benar peristiwa seperti itu sangat disesalkan. Siapapun tak boleh melarang masjid untuk sholat kecuali ada alasan yang kuat misalnya masjid sedang direhab dan sebagainya," ujar Anton Tabah Didgoyo melalui sambungan telpon, Jumat (23/11/2018).

Anton menegaskan, jika benar afa larangan sholat di masjid Polda Jatim maka apa yang dilakukn Polda Jatim bisa melanggar hukum dan HAM serta  hukum akhirat. Harusnya mereka memahami sejarah 1450 tahun lalu ketika Abu Lahab melarang sholat di masjid kemudian murka. Peristiwa tersebut diabadikan dalam QS. 96 ayat 9 10 15 s/d 18. 

"Yang jelas jika Polda Jatim pada kasus tersebut sangat tidak bisa dibenarkan," tegas senior Polri ini.

Saat Gur Nur menjalani pemeriksaan ratusan orang yang mengatasnamakan umat Muslim Surabaya mendatangi Mapolda Jatim, Jalan A Yani Surabaya, Kamis (22/11/2018). Mereka memberikan dukungan kepada Gus Nur yang sedang diperiksa terkait kasus ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Massa menggelar aksi dukungan di depan Mapolda Jatim dengan membawa poster serta bendera berwarna hitam dan putih bertuliskan kalimat Tauhid. Beberapa poster dukungan diantaranya bertuliskan "Gus Nur Pendakwah Tidak Boleh Ada Kriminalisasi Atas Seruan Dakwah", "Dengan Apa Negeri Ini Diperbaiki Jika Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar Dianggap Kriminal,".

Petugas kepolisian yang berjaga langsung turun untuk mengatur massa agar lalu lintas tetap lancar. Naufal, Kordinator pengawalan mengatakan, jika kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap Gus Nur yang dianggapnya tidak bersalah. Juga bentuk spontanitas dan solidaritas sebagai umat Islam.

"Ini kegiatan spontanitas alami,kami bergerak secara mandiri," ujarnya di sela-sela aksi.

Massa yang dikordinasi oleh FPI Surabaya ini menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh Gus Nur bukan tindakan kriminal, melainkan penyampaian kebenaran. "Dia bukan kriminil, yang dia lakukan semata-mata hanya menyampaikan kebenaran," tegasnya.

#Polisi   #MUI   #surabaya   #gusnur