Istri Edward Soeryadjaya Laporkan Perkara 536 ke Bursa Efek

Safari
Istri Edward Soeryadjaya Laporkan Perkara 536 ke Bursa Efek
Istimewa

Jakarta, HanTer - Fransiska Kumalawati Susilo, istri Direktur Ortus Holding, Ltd Edward Soeryadjaya menyurati dengan pemberitahuan perkara 536 ke  Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa dan Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (13/11/2018) kemarin. 

Sebelumnya Fransiska telah mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap suaminya sendiri dan tiga kerabat Edward, yakni Edwin Soeryadjaya, Joyce Soeryadjaya dan Judith Soeryadjaya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) dengan Nomor Register Perkara: 536/Pdt/2018/PN. Jkt. Pst.

Rinto Wardana. SH..MH, kuasa hukum Fransiska Kumalawati Susilo mengatakan, laporan dilakukan agar Bursa Efek memperhatikan kembali legalitas perpindahan hak hak kepemilikan dan beberapa aset yang di transaksikan didalam perjanjian tanggal 15 Januari 2010, antara Edward Soeryadjaya dengan Edwin dan Joyce Soeryadjaya. Para tergugat sama sekali tidak memberitahu apapun terkait dengan pembuatan perjanjian-perjanjian tersebut. 

"Hal ini mengakibatkan Fransiska dan anaknya tidak mengetahui sama sekali adanya perjanjian-perjanjian tersebut. Fransiska menduga para tergugat telah sengaja menyingkirkan dan mengaburkan hak-haknya sebagai Istri dan anak dari Edward Soeryadjaya," ujar Rinto Wardana. SH..MH dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/11/2018).

Selain itu, sambung Rinto, ada kejanggalan lainnya adalah dalam perjanjian tertanggal 15 Januari 2010, ada beberapa nama perusahaan yang tercantum dalam perjanjian tapi saat ini dibanyak berita online diduga diakui sebagai milik Sandiaga Uno. Sedangkan perusahaan tersebut tercantum dan masuk didalam boedel harta waris milik keluarga Soeryadjaya, antara lain, PT Saratoga Inti Perkasa, PT Unitaras Pertama, PT Saratoga Investama Sedaya, PT Mitha Phinastika Mustika, Bimasakti Group, dan Nakau Group.

"Dengan Surat ini, kami memberitahukan Bursa Efek Indonesia agar dapat memeriksa kembali syarat-syarat legalitas dari perusahaan - perusahaan tersebut atau saham-saham yang dimiliki oleh nama-nama dari para tergugat dan nomineenya," paparnya.

Edward Soeryadjaya sekarang menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana korupsi atas pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) senilai Rp 1,4 triliun di PT Sugih Energy Tbk (SUGI).
Jaksa penuntut umum Kejari Jakspus mendakwa Edward Soeryadjaya melakukan tindak pidana korupsi atas pengelolaan dana pensiun PT Pertamina senilai Rp 1,4 triliun di PT SUGI berdasarkan surat perintah Penyidikan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-93/F.2/Fd.1/10/2017 tanggal 27 Oktober 2017.