Statement Cerdas dan Lugas RR Soal Asing Masuk, UKM Terancam

Sammy
Statement Cerdas dan Lugas RR Soal Asing Masuk, UKM Terancam
RIzal Ramli

Jakarta, HanTer - “Yang kita kejar itu pembangunan Indonesia bukan pembangunan di Indonesia oleh orang Korea, China atau orang asing lainnya,” kata ekonom senior Dr Rizal Ramli pada acara Indonesia Business Forum TVOne dengan thema gerbang asing dibuka lebar, ukm terancam, Kamis (22/11/2018).

Pernyataan mantan Menko Perekonomian itu disambut positif netizen.

Berikut komen mereka:

@putrabanten80 - “Statement Cerdas dan Lugas dari Bang Rizal Ramli”

@SwadesiNKRI- “Bukan pula pembangunan infrastruktur yg dimodalin utang ke asing, dikerjakan oleh orang asing dan hasilnya untuk asing, yang dapat komisi Tuan semata tapi yang bayar utang rakyat jelata?”

@Zulvis69 – “Kalau membangun indonesia oleh asing ,, camat,atau kades pun bisa @Zulvis69”

Pernyataan Rizal Ramli tersebut terkait kebijakan Pemerintah mengeluarkan 54 bidang usaha dari daftar negatif investasi (DNI). Dari 54 bidang usaha tersebut, yang seluruhnya bisa dikuasai asing sebanyak 25 saja.

Ngawur

Pada acara tersebut Rizal menyatakan keputusan pemerintah untuk memberikan peluang kepada pihak asing menguasai hingga 100 persen bidang-bidang itu sangat memprihatinkan, ngawur dan tidak jelas.

“Ini kok ngawur, karena sektor-sektor  yang seharusnya untuk rakyat, untuk UKM, dibebaskan 100% untuk asing, seperti warung internet, renda, pengupasan umbi-umbian, jasa survei, akupuntur, content internet dan lainnya. Terus rakyat mau jadi kuli saja?” papar Rizal Ramli.

Mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya berharap Jokowi mau membatalkan kebijakan yang sangat merugikan rakyat ini.  “Sama sekali tidak ada roh Trisakti dan Nawacita-nya. Kok tega-teganya ladang bisnis untuk rakyat, UKM, mau diberikan 100% sama asing?” ujarnya.

Rizal mengemukakan sekotr-sektor tersebut akan dimasuki  dari Korea, China dan lainnya.”Kita setuju investasi asing masuk, tapi yang berteknologi tinggi dengan investasi modal besar. Tapi kalau investasi kecil-kecil seperti warnet, akupuntur dan sejenisnya, ya  gak usah. Ini sektor yang harus dikuasai UKM milik anak bangsa,” paparnya.

Mantan Kabulog ini menyayangkan menteri ekonomi yang bertindak ceroboh. “Menteri ekonomi tidak tangkap ideologi Jokowi, keberpihakan presiden kepada rakyat kecil. Harusnya mereka mengerti ideologi dan keberpihakan presiden,” ujarnya.