Remehkan Profesi Tukang Ojek, Kaveleri Minta Prabowo Minta Maaf

Safari
Remehkan Profesi Tukang Ojek, Kaveleri Minta Prabowo Minta Maaf
Prabowo Subianto

Jakarta, HanTer -  Kesatuan Aksi Revolusioner Roda Dua Indonesia (KAVELERI) geram dengan pernyataan Calon Presiden Prabowo Subianto yang dianggap merendahkan profesi tukang ojek. 

Ketua Presidium Kavaleri, Andreanes Budi meminta Prabowo untuk meminta maaf terkait pernyataannya yang membuat gaduh publik, khususnya kepada para tukang ojek. 

“Pak Prabowo harusnya memprotes pihak aplikator yang telah meneras kringat rakyat, namun tarif tak sebanding,” ujar Andre kepada media di Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Tukang ojek, lanjut Andre, bukanlah pekerjaan yang rendah dan tidak bermartabat, namun, tukang ojek adalah pekerjaan yang mulia.

“Kami para driver tidak malu dan merasa rendah dengan profesi kami, kenapa harus direndahkan oleh pak Prabowo? Sangat berbahaya, pernyataan itu membuat efek buruk bagi para tukang ojek jika status tukang ojek direndahkan,” jelasnya.

Apalagi, sambung Andre, profesi tukang ojek adalah profesi yang halal, bahkan tidak memakai uang negara. 

“Justru yang harus di kritisi itu koruptor yang merajalela, menghisap darah rakyat, menrugikan rakyat dan negara, coba pak Prabowo liat kebelakang sepanjang tahun ini, masih ada gak oknum dari partai bapak yang korupsi, kalau masih itu yang harus lebih dipikirin,” kata Andre.

Andre mengatakan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk melakukan aksi massa jika  pak Prabowo tak meminta maaf. 

“Kami menunggu permintaan maaf pak Prabowo, jika tidak kami akan turun kejalan untuk boikot Prabowo,” tandanya.

Dalam acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta Selatan, Prabowo mengaku sedih dengan beredarnya meme yang menggambarkan masa depan anak bangsa yang hanya menjadi tukang ojek setelah lulus sekolah. Menurut dia, gambaran itu adalah realitas yang terjadi saat ini.

"Saya sedih dengan realitas yang ada, seperti di meme yang ada di internet terkait jalan karier anak muda di Indonesia. Dari SD, SMP, SMA dan setelah lulus dia jadi ojek driver. Sedih, tapi itulah realitas," kata Prabowo, Rabu (21/11). Namun, Prabowo tak menunjukkan meme yang dimaksud.