MUI : Ajaran Abdul Muhjib Jelas Sesat

Safari
MUI : Ajaran Abdul Muhjib Jelas Sesat
Anton Tabah

akarta, HanTer - Abdul Muhjib, pria asal Karawang, Jawa Barat membuat sensasi. Dia mengaku sebagai nabi. Selain mengubah kalimat syahadat, nabi palsu ini dan lima pengikutnya juga memperjualbelikan tiket masuk surga senilai Rp 2 juta kepada warga di Karawang. Tidak heran atas penistaan agama tersebut mereka pun diamankan Polres Karawang.

Usai penangkapan Abdul Muhjib dan pengikutnya, warga di sekitar padepokan nabi palsu itu, di Desa Setra, Kecamatan Tegalwaru Karawang, menghancurkan bangunan yang semula digunakan Abdul Muhjib sebagai tempat tinggal dan penyebaran agamanya sejak 2008 lalu.

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Anton Tabah Digdoyo menegaskan, umat Islam Indonesia sudah tegas tidak ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad SAW. Selain Muhammad SAW adalah nabi akhir zaman, tidak ada agama baru lagi setelah Islam. Oleh karenanya jika ada yang mengaku nabi dan agama baru maka sudah jelas hal itu nabi palsu dan agama sesat.

"Karena itu the founding fathers kita tegas memberi benteng kuat agama harus menenuji 4 syarat yakni Tuhan Yang Maha Esa, siapa nabinya,

apa kitab sucinya, dan bagaimana ajarannya secara rinci," ujar KH Anton Tabah Digdoyo via sambungan telepon kepada Harian Terbit, Senin (19/11/2018).

KH Anton menuturkan, para pendiri NKRI juga secara tegas menyatakan NKRI adalah negara religius bukan negara sekuler dan bukan negara liberal. Para pendiri NKRI juga cerdas dengan tidak memasukkn agama yahudi di NKRI. Hal itu adalah kecerdasan ijtihad pendiri NKRI yang harus dipertahankan rakyat Indonesia.

"Makanya saya tentang bahaya agama baru, karena tidak boleh menyontek agama yang sudah ada. Apalagi aliran kepercayaan disamakan denga agama akan dimasukkn kekolom agama," jelasnya.

Lebih lanjut KH Anton mengatakan, aliran kepercayaan adalah budaya maka para pendiri NKRI sejak awal meletakkan aliran kepercayaan dibawah Dirjen Kebudayaan. Oleh karenanya jelas merusak tatanan keagamaan dan sosial ketika ada pihak yang akui yahudi dan samakan aliran kepercayaan dengan agama. Karena hal tersebut merupakan tindakan paling buruk yang dilakukannya.

"Ini adalah kemunduran bangsa Indonesia paling buruk dan fatal.  Bahkan Indonesia kembali ke jaman kegelapan jahiliyah," paparnya.

KH Anton menilai, adanya pihak yang samakan aliran kepercayaan dengan agama merupakan dampak dari memahami kebebasan a la sekuler liberal bukan a la Pancasila dan UUD 45 pasal 28F yang tegas menyatakan bahwa kebebasan WNI dibatasi harus sesuai ruh ajaran dari KeTuhanan Yang Maha Esa.

"Karena itu LGBT komunisme, agama-agama baru dilarang di Indonesia. Ini harus difahami semua WNI tanpa kecuali," tegasnya.

Abdul Muhjib diketahui pada tahun 2008 sempat menjadi pasien gangguan jiwa dan menjalani perawatan di tempat pengobatan ahli kejiwaan di Desa Karokrok, Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jabar, yang dipimpin Ghani.

Pimpinan padepokan Ghani, mengaku kaget dengan pengakuan Abdul Mujid yang mengaku pernah berguru kepadanya. Meski mengakui jika Mujid pernah tinggal di padepokannya, tetapi sebagai pasien yang mengalami gangguan jiwa.

"Sebenarnya bukan anggota atau jamaah. Dia di sini dulu pernah menjadi pasien selama dua minggu, karena mengalami gangguan jiwa," kata Ghani.