Masalah Tanah di Bekasi Ribet, 2 Ahli Waris Siap Adu Kelengkapan Surat-Surat

***
Masalah Tanah di Bekasi Ribet, 2 Ahli Waris Siap Adu Kelengkapan Surat-Surat
Juanda SH, cs/ ist

Bekasi, HanTer - Dari dulu hingga kini jika urusan tanah pasti ribet. Bak di film atau sinetron, ada saja pemilik tanah yang mengaku merasa dirugikan oleh pihak lain yang memiliki surat-surat yang sama. Itulah sekilas mengenai keadaan pertanahan di Indonesia. 

Salah satunya seperti yang dialami Daan Perdanaputra yang harus bersabar hingga 1,5 tahun demi menuntut hak atas tanah seluas 1.781 m2 di Kampung Rawa Semut, Jati Asih, Kota Bekasi warisan orang tuanya, bernama Ahmad Surya Ghumbyra.

Alhasil, Daan dan beberapa saudara kandungmenunjuk Juanda SH sebagai kuasa hukum mereka untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Menurut Juanda, sebelum kasus sengketa tanah ini muncul, tahun 1981 Ahmad Surya Ghumbyra membeli tanah untuk disertakan dalam proyek pembangunan rumah karyawan Taman Ismail Marzuki (TIM) yang dikelola  dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Karena kendala teknis, proyek itu batal berjalan, hingga muncul kasus sengketa tanah ini.

Setelah itu, Juanda mengaku pihaknya pernah akan melakukan pengukuran. Saat itu sudah ada pertugas dari BPN Bekasi yang dibackup polisi dan satpol PP. Namun menurut Juanda, rencana pengukuran itu tiba-tiba dibatalkan sepihak. Dan petugas BPN Bekasi pergi begitu saja.

“Setelah saya telusuri, ternyata mereka (petugas ukur) itu mendapat telepon dari seseorang yang ternyata pejabat senior di BPN Bekasi. Kabarnya, pejabat senior itulah yang menentukan proses pengukuran. Kalau saya tidak ‘kordinasi’ dengan orang itu, jangan harap bisa melakukan pengukuran,” katanya, Rabu (14/11/2018).

Padahal, lanjut Juanda, pihaknya sudah melakukan mengajukan peningkatan hak kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi sejak Februari 2018. Namun sayangnya hingga kini masih tertahan di Tim A BPN Kota Bekasi. “Kami sudah punya dokumen pendukung, bahkan  sudah ada Surat Bebas Sengketa dari Kelurahan Jatiasih, tapi mengapa prosesnya terkesan dipersulit,” ungkap Juanda.

Juanda menambahkan, pihaknya siap maju ke pengadilan berdasarkan bukti-bukti otentik yang dimilikinya, diantaranya bukti PBB hingga tahun 2017, Surat Ketetapan Iuran Pembangunan Daerah atas nama Ahmad Surya Ghumbyra tahun 1981, tiga buah Akta Jual Beli (AJB), Girik 1845 Persil 11.DI dan Surat Keterangan dari 8 Ahli Waris.

Juanda juga memilki  Surat Keterangan dari Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki Nomor 011/YKKPKJTIM/VII/2017, tertanggal 20 Juli 2017, yang ditandatangani Ketua YKKPKJTIM, Drs.Umaryoto.

Sedangkan, dari pihak lain ada yang mengklaim jika tanah tersebut milik ahli waris lain yang dikuasai oleh Muhamad Cs. “Saya penerima kuasa dari ahli waris. Enam bulan yang lalu saya melakukan floting di BPN menjadi luasan 6.600 meter. Ahli waris saya memiliki  girik asli, PBB, hasil floting dari BPN,” katanya, seperti dikutip dari Wartabuana. 

#Masalah   #Tanah   #Bekasi   #Juanda   #Muhammad