Garap Boediono 3,5 Jam

MAKI Tetap Gugat KPK

Safari
MAKI Tetap Gugat KPK
Mantan Wakil Presiden Boediono


Jakarta, HanTer -- Mantan Wakil Presiden Boediono kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kali ini mantan gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut diperiksa terkait kasus Bank Century. Sebelumnya Kamis (28/12/2017) lalu, Boediono juga diperiksa KPK namun untuk korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). 

​​​Usai diperiksa KPK sekitar 3,5 jam, Boediono enggan berkomentar banyak. Ia malah meminta wartawan untuk bertanya kepada KPK. Ia hanya tersenyum saat ditanya lebih lanjut soal materi pemeriksaannya. Boediono langsung masuk ke mobil tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.

"Saya tidak akan berikan statement karena saya percaya bahwa nanti lebih baik KPK yang memberikannya," ujar Boediono di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Boediono diperiksa untuk  mengklarifikasi fakta sidang kasus Bailout Bank Century. Adapun fakta sidang yang diklarifikasi tim penyelidik adalah fakta yang muncul dalam persidangan terpidana Budi Mulya, mantan Deputi Gubernur BI Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa.  

Pada acara ILC TVOne beberapa bulan yang lalu, ekonom Rizal Ramli (RR) sebagai narasumber pada acaa itu dengan tegas menyatakan agar KPK menuntaskan kasus Century.  

Bahkan mantan Menko Perekonomian itu menyatakan bahwa Boediono yang juga mantan wapres harus diminta pertanggung jawabannya. Malah pd kesempatan tersebut RR secara langsung di acara agar Boediono harus jadi ksatria jangan korbankan anak buah.

MAKI Gugat 

Tepisah, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengaku akan tetap menggugat KPK dalam kasus Century.  Karena hingga kini kasus tersebut belum berani maju ke tahap penyidikan. Apalagi beberapa orang terkait dengan Penyelidikan Century yakni Boediono, Miranda Gultom, dan Wimboh Santoso telah diperiksa. Sehingga Penyelidikan sejak tahun 2012 semestinya sekarang langsung tahap Penyidikan.

"Berdasar informasi yang kami terima ada dua hal yang perlu dibuka. Pertama, bahwa Penyelidikan Baru kasus Century oleh KPK telah dimulai dengan diterbitkannya Surat Perintah Penyelidikan tanggal 5 Juni 2018. Kedua, kemarin hari Rabu (14/11/2018) KPK juga telah meminta keterangan Budi Mulya di Lapas Sukamiskin," jelasnya.

Menurutnya, Bareskrim dan Kejagung sangat siap membawa kasus Century karena perkaranya sudah matang berdasar putusan inkracht terdakwa Budi Mulya.

“Mari kita ikuti proses persidangan praperadilan mulai besok dan kita tunggu apa jawaban KPK yang belum berani melakukan Penyidikan dan masih masih berkutat tahap Penyelidikan," paparnya. 

#MAKI   #Boediono   #KPK   #Century