Permintaan Maaf Malah Dikritik  Hasto ‘Blunder’

Harian Terbit/Sammy
Permintaan Maaf Malah Dikritik  Hasto ‘Blunder’
Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak,

Jakarta, HanTer - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, menyindir sikap calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang telah beberapa kali meminta maaf. Adapun sindiran tersebut justru menuai respon negatif di berbagai kalangan.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, saat ini politik kita dipenuhi dengan keangkuhan tanpa ada sikap rendah hati untuk meminta maaf, setiap kesalahan yang dilakukan justru dengan angkuh melakukan pembenaran.

Berbeda dengan Prabowo Sandi, Dahnil mengatakan, pasangan capres-cawapres nomor urut 02 tersebut selalu berani meminta maaf jika melakukan kesalahan atau kekeliruan.

Dahnil menekankan, sejak awal Prabowo-Sandi tidak ingin berlaku seperti itu, maka setiap ada kesalahan kecil saja Prabowo dan Sandi dengan rendah hati memohon maaf.

"Karena bagi beliau berdua, kejujuran dan kerendahan hati kepada rakyat penting dihadirkan, karena politik bukan sekedar menang kalah, tapi politik adalah kesempatan untuk menunjukkan keadaban publik yang tinggi," pungkasnya.

'Blunder'

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai, respon TKN Jokowi yang menyindir permohonan maaf pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 tersebut tidaklah tepat.

"Tidak tepat ya Tim Kampanye Capres Cawapres lain menilai tindak tanduk Capres Cawapres lainnya dan menyampaikan ke Publik," ungkapnya di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Hendri menilai, walaupun himbauan kepada Prabowo-Sandi untuk tidak grasa-grusu adalah tepat, namun menurutnya minta maaf adalah suatu hal yang bagus. Sebab, lanjut dia, silaturahim adalah hal yang penting. "Termasuk didalamnya menghargai dan menghormati orang lain," ungkap dia.

Ia menilai, sikap TKN Jokowi-Maruf tersebut justru berdampak negatif. "Blunder ke Hasto. Orang minta maaf kan boleh," kata Hendri. 

Visioner

Untuk diketahui, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, sempat menyindir sikap calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang telah beberapa kali meminta maaf. Menurut Hasto, hal itu menandakan Prabowo-Sandiaga tidak bersikap hati-hati sebelum melakukan sesuatu. Dia menilai sikap itu tidak mencerminkan seorang pemimpin.

"Pemimpin itu visioner, pemimpin itu melayani, pemimpin itu desainer, pemimpin itu punya tanggung jawab, pemimpin itu tidak grusa-grusu, tidak sebentar-sebentar minta maaf," ujar Hasto di Posko Cemara, Rabu (14/11/2018).

Dia mengingatkan Prabowo-Sandiaga untuk lebih berhati-hati. "Apa yang terjadi dengan permintaan maaf yang dilakukan berulang kali oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi sebaiknya jangan terjadi lagi dengan memanfaatkan karakter dan kultur rakyat Indonesia yang pemaaf," ujar Hasto.