Ahli Waris Penjual Nasi Uduk Terima Santunan Puluhan Juta

Arbi
Ahli Waris Penjual Nasi Uduk Terima Santunan Puluhan Juta
Penyerahan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris Almarhum Maryono, peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp24.000.000. (Ist)

Jakarta, HanTer - Kewajiban pekerja untuk mendaftarkan diri sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya untuk kategori penerima upah atau pekerja formal, tetapi juga bagi kategori informal.

Pekerja kategori informal sendiri diantara seperti pedagang, tukang ojek, buruh tani, nelayan, dan tukang parkir.

Manfaat yang diterima pun tidak ada perbedaan, karena program yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan sosial yang diamanatkan oleh UU dan negara, yakni Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKm), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

Seperti halnya yang terjadi pada Almarhum Maryono seorang tukang nasi uduk yang berdagang di wilayah, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Almarhum diketahui meninggal dunia yang diakibatkan sakit pada tanggal 6 Oktober 2018 lalu.

Lantaran terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang Jakarta Sudirman sejak bulan Mei 2018, ahli waris dari Alm Maryono pun mendapatkan santunan Jaminan Kematian sebesar Rp24 juta.

Kepala Kantor Cabang Jakarta Sudirman, Erni Purnamawati menuturkan, santunan ini merupakan hak dari ahli waris perserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal dunia.  Dengan adanya santunan ini, Ia berharap pihak keluarga almarhum tetap dapat melangsungkan kehidupan dengan layak walaupun telah ditinggalkan kepala keluarga.

“Dengan demikian keberlangsungan hidup terus berlanjut, tidak terhenti sampai kepala keluarga meninggal dunia, edukasi ini lah yang sering kami sampaikan sehingga pelaku usaha mikro mengikuti program BPJS ketenagakerjaan karena kebutuhan dan bukan keharusan,” ungkap Erni.

Lebih lanjut, Erni menyatakan upaya melakukan akuisisi para pekerja informal untuk menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan terus digencarkan.

“Tujuannya sudah tentu untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai resiko kerja. Dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan ada lembaga yang menanggung seluruh pembiayaan ketika kecelakaan atau meninggal dunia,” pungkas Erni.