KPAI Imbau Orang Tua Ajarin Anak untuk Melawan Penculik

Safari
KPAI Imbau Orang Tua Ajarin Anak untuk Melawan Penculik
Ilustrasi (ist)

Jakarta, HanTer - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin dengan maraknya isu penculikan anak yang sangat viral di media sosial. Isu penculikan anak tersebut sempat membuat kekhawatiran para orangtua terhadap keselamatan anak-anaknya. Padahal menurut beberapa informasi dari kepolisian kasus penculikan anak tersebut merupakan berita hoax.

"Misalnya kasus siswa SMP di Jakarta Timur yang ternyata bukan diculik tapi pelaku akan merampas handphone anak korban. Begitupun kasus video penyanderaan seorang anak yang viral, ternyata video perampokan di Jambi tahun 2010," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti kepada Harian Terbit, Senin (29/10/2018).

Retno mengakui, walaupun berita penculikan anak yang beredar saat ini hoax. Tapi benar juga ada upaya penculikan anak usia 7 tahun di Jakarta Utara oleh 2 pelaku yang mengendarai motor. Namun penculikan anak tersebut gagal karena si anak menolak diiming-imingi uang dan melakukan perlawanan. Sehingga pelaku kabur tanpa membawa hasil.

"Anak yang melawan itu karena dididik orangtuanya untuk tidak mudah percaya pada orang asing dan berani menolak iming iming dari siapapun," paparnya.

Untuk menghindari penculikan, sambung Retno, maka para orangtua harus mendidik anak-anaknya beberapa hal. Pertama, ajari anak berani menolak pemberian apapun dari org asing,   Berbicara dg orang asing, memberontak jika dipaksa ke suatu tempat, dan lainnya. Kedua, mengenalkan perbedaan orang asing dan orang yang tidak dikenal baik.

Ketiga, beritahu dan kenalkan siapa saja orang yg bisa dimintai tolong, misalnya satpam, polisi, penjaga toko, dan lainnya. Keempat, biasakan anak bercerita dan curhat, dan simak dengan penuh perhatian. Kelima, punya pasword yang harus diingat ketika orangtua tidak bisa menjemput dan mewakilkan pada orang lain yang belum dikenal anak.

"Jalin kedekatan dengan guru dan orangtua murid yang lain, sehingga jika terlambat dijemput, anak dalam kondisi aman," paparnya.