Polisi Harus Tindak Tegas Pembakar Bendera Berkalimat Tauhid

Safari
Polisi Harus Tindak Tegas Pembakar Bendera Berkalimat Tauhid
Caleg DPR RI dari Dapil III Banten dari Partai Nasdem, Ade Muhamad Nur

Jakarta, HanTer  - Caleg DPR RI dari Dapil III Banten dari Partai Nasdem, Ade Muhamad Nur berharap masyarakat Indonesia  tidak terprovokasi, khususnya masyarakat Tangerang, Banten terkait adanya pembakaran bendera berrtuliskan lafaz  'lailahaillalah' oleh oknum Banser saat perayaan Hari Santri Nasional di Garut,  Jawa Barat. 

Ia pun berharap agar pihak kepolisian menindak tegas pelaku pembakar bendera bertuliskan Tauhid tersebut. Karena pembakaran bendera berkalimat Tauhid tersebut telah melukai seluruh hati umat Islam baik yang ada di Indonesia maupun dunia 

"Saya  mengutuk keras pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser usai peringatan Hari Santri. Saya berharap masyarakat muslim, khususnya masyarakat Tangerang, jangan terprovokasi dan ambil tindakan sendiri. Biar pihak penegak hukum, kepolisian yang mengambil langkah untuk menindak tegas oknum yang melakukan pembakaran bendera Tauhid itu," ucap Ade Muhamad di Jakarta, Rabu (24/10/2018).

Ade Muhamad berharap penegakan hukum yang dimaksud dapat berjalan seadil-adilnya. Dengan demikian, stabilitas sosial, keamanan, dan ketenteraman di tengah masyarakat bisa terjaga dengan baik. Oleh karena itu umat Islam untuk tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan diluar kewajaran umat Islam.

"Dengan ditegakkanya hukum, maka  stabilitas sosial, keamanan, dan ketenteraman di tengah masyarakat bisa terjaga dengan baik," terang Ade Muhamad yang juga pengacara ini. 

Dia pun berharap peristiwa pembakaran bendera Tauhid, jangan sampai menimbulkan perpecahan di antara umat Islam yang dapat membahayakan persaudaraan bangsa. Dan menjadi bahan tertawaan negara luar, mengingat saat ini promosi Indonesia sebagai negara mayoritas penduduk Islam terbesar yang mendukung perbedaan dan ketoleransian. 

"Indonesia umat mayoritas Islam. Dan pemandangan  di Indonesia sebagai negara yang menampilkan ketoleransian, jangan sampai menjadi olok olok - olok negara luar dan merusak citra umat muslim. Karena itu, pihak kepolisian untuk menindak tegas sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku di negara ini," jelasnya.