50 Advokat Dampingi Rizal Ramli Lapor Dugaan Korupsi Impor Pangan Ke KPK

Safari
50 Advokat Dampingi Rizal Ramli Lapor Dugaan Korupsi Impor Pangan Ke KPK
Suasana di depan gedung KPK saat Rizal Ramli melaporkan dugaan korupsi impor pangan

Jakarta, HanTer - Sedikitnya 50 advokat mendampingi ekonom Rizal Ramli yang melaporkan dugaan tindak pidana Korupsi  import pangan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun karena dibatasi jumlahnya maka hanya sekitar 10 advokat yang masuk mendampingi Rizal Ramli masuk ke dalam Gedung KPK 

Sementara sisanya yang tidak masuk hanya menunggu di luar gedung KPK. Para advokat dari berbagai asosiasi tersebut tetap menunggu dengan penuh semangat di luar Gedung KPK. Di antara advokat tersebut terlihat duduk - duduk di pelataran Gedung KPK.

Sunardi, SH, satu di antara 30 advokat yg mendampingi Rizal Ramli mengatakan, pihaknya mendampingi Rizal Ramli terkait dugaan impor pangan karena merasa peduli dengan nasib rakyat yang saat ini dibanjiri berbagai produk pangan dari luar negeri. Apalagi akibat dari impor pangan tersebut ada kerugian yang dialami negara.  

"Negara hukum tidak berpikir berat atau ringan yang dihadapi. Karena hukum yang terjadi bukan kekuasaan. Jika merasa paling benar maka ada pengadilan yang akan memutuskan," ujarnya.

Sunardi menilai, saat ini KKN telah merajelela. Pejabat diberikan fasilitas dan gaji yang besar tapi tetap melakukan korupsi. Hal tersebut karena para pejabat tersebut mengejar kehidupan dunia saja tanpa memikirkan nasib rakyat. Sehingga akibat kebijakannya banyak rakyat dan negara yang dirugikan.

Sementara itu Khalid Akbar, advokat muda yang juga mendampingi Rizal Ramli mengatakan, pihaknya siap terjun ke lapangan ketika nanti pihak - pihak yang diadukan melaporkan balik Rizal Ramli. Ia ikut mendampingi Rizal Ramli juga sebagai bentuk kebersamaan atas kondisi hukum saat ini.
Kebijakan impor pangan yang dilakukan pemerintah telah meresahkan para petani di tanah air.

Rizal Ramli melaporkan dugaan korupsi impor pangan karena kebijakan yang diambil Kementerian Perdagangan tersebut diduga tidak memperhatikan kondisi yang ada di lapangan. Salah satunya adalah kebijakan impor beras yang diambil saat para petani sedang panen.

Ekonom senior, DR. Rizal Ramli mengaku telah memiliki sejumlah kejanggalan tentang kebijakan tersebut. Oleh karenanya Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu pun membuat pengaduan ke KPK.

#Rizal   #Ramli   #KPK   #Korupsi   #Pangan