Gerindra dan Sultan HB X Sepakat Demokrasi Junjung Kedewasaan

Danial
Gerindra dan Sultan HB X Sepakat Demokrasi Junjung Kedewasaan
MPR menggelar seminar kebangsaan bersama organisasi wartawan Parlemen di Yogyakarta

Yogyakarta, HanTer - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI), hari ini menggelar seminar kebangsaan bersama organisasi wartawan Parlemen di Yogyakarta. Saya menjadi salah satu pembicara dalam acara yang juga dihadiri langsung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Bawono X.

"Kami dari Fraksi Gerindra bersepakat dengan Sultan, bahwa saat ini demokrasi di Tanah Air sedang menghadapi berbagai ujian. Karena itu dibutuhkan sikap kedewasaan dalam menyikapi perbedaan," ujar Fary Djemy Francis di Hotel Eastparc Yogyakarta, Jumat (19/10/2018).

Fary menjelaskan, demokrasi adalah cara paling tepat dalam menjalankan roda bernegara. Kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat. Ironisnya, kadang demokrasi saat ini malah melahirkan beragam persoalan. Seperti konflik horizontal, kampanye SARA, berita hoax, fitnah, money politics, dugaan keberpihakan penyelenggara dan lain sebagainya.

Menurut, Ketua Fraksi Partai Gerindra di MPR ini, perbedaan dan perdebatan adalah hal biasa dalam demokrasi. Bangsa Indonesia pun bisa besar karena perdebatan panjang para founding father. Namun, perdebatan itu dilakukan bukan untuk menghancurkan, tetapi dengan semangat saling menguatkan.

"Karena itu, pemerintah seharusnya berterima kasih kepada oposisi karena di saat pemerintah salah jalan, pihak oposisilah yang meluruskan. Jangan anggap oposisi sebagai musih berkompetisi, tetapi jadikan oposisi sebagai teman berdemokrasi," ucapnya.

Negara Timur Tengah yang memiliki suku dan budaya nyaris sama kerap terlibat pertikaian dalam perbedaan. 

"Sementara di Indonesia yang memiliki suku dan budaya bermacam-macam tetap bisa bersama-sama tanpa perpecahan. Inilah potret salah satu hikmah perbedaan," pungkas Fary.