Pengetahuan dan Kejujuran, Benteng Pencegahan Hoax

Danial
Pengetahuan dan Kejujuran, Benteng Pencegahan Hoax
Sarasehan bertajuk 'Hoax, Ancam Kerukunan yang Nyata Jelang Pilpres 2019' yang diadakan PW GP Ansor Jawa Tengah

Jakarta, HanTer - Teknologi informasi yang terus berkembang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, bukan malah sebagai sarana untuk memperoleh keuntungah dengan cara maupun metode yang melanggar aturan.

Demikian disampaikan Entrepeneur IT Tyovan Ari Widagdo dalam sarasehan bertajuk 'Hoax, Ancam Kerukunan yang Nyata Jelang Pilpres 2019' yang diadakan PW GP Ansor Jawa Tengah  di Hotel Metro Semarang, Rabu pekan lalu.

"Peluang penggunaan IT ke depan, masyarakat harus melihat peluang baiknya disitu tetapi juga harus dengan mekanisme yang benar," ujarnya di lokasi saat itu.

Dijelaskannya juga terkait penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian yang semakin marak terlebih pada tahun politik sekarang ini, eksistensi media dalam pencegahan hoax merupakan sebuah hal yang strategis.

"Peran media menjadi sangat penting, masyarakat harus paham akan hal itu, sehingga dibutuhkan kejelian dalam melihat pemberitaan yang dibuat oleh media yang seperti apa," ujarnya, Rabu (17/10/2018).

Selain itu, kata dia,  pencegahan dan antisipasi beredarnya berita bohong juga patut didukung oleh kompetensi yang harus terus ditingkatkan  dengan baik, dari sisi pembuat berita yaitu media dan terhadap pembaca berita yakni khalayak atau masyarakat.

"Kalau tidak diimbangi dengan pengetahuan dan kejujuran akan sangat berdampak negatif. Seperti hoax, ujaran kebencian dan sara," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, Solahuddin Aly mengatakan berita hoax memiliki dampak yang sangat berbahaya terhadap banyak pihak.

"Niscaya selama medsos itu ada, hoax pasti ada. Bahkan beberapa akun medsos dibuat dengan sengaja untuk menyebarkan berita hoax, khususnya menjelang Pilpres mendatang," kata Gus Solah, sapaan akrabnya.

Gus Solah pun mengimbau agar masyarakat atau pengguna media sosial untuk teliti menyaring informasi, sebelum diteruskan ke pengguna medsos lain.

"Saring sebelum sharing. Prinsipnya sebenarnya semudah itu. Sebenarnya, kalau melihat informasi secara nalar, tidak akan terpancing hoax. Masa iya ada seperti ini? Memang harus kritis," pungkasnya.
 

#Hoaks   #Hoax   #GPAnsor