Din: Selamatkan Semua Tahanan di Bareskrim Polri

Alee
Din: Selamatkan Semua Tahanan di Bareskrim Polri

Jakarta, HanTer - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M Din Syamsuddin mengatakan, jika benar berita bahwa 48 tahanan di Bareskrim Mabes Polri positif Covid-19 dan 8 lainnya bergejala sungguh menyentak hati kami.

Sehubungan dengan hal tersebut, KAMI meminta Polri utk demi kemanusiaan dan hukum menyelamatkan semua tahanan, baik dengan membebaskan mereka yang sudah jelas tuntutan hukumnya tidak beralasan sehingga berkasnya dikembalikan oleh Kejaksaan Agung, maupun menangguhkan atau membantarkan tahanan lain yang masih dalam proses penyelidikan ke rumah sakit.

“Selain itu, sangat mendesak pihak Polri mensterilkan Ruang Tahanan Bareskrim, karena telah menjadi klaster baru Covid-19,” papar Din dalam keterangannya yang diterima Harian Terbit, Selasa (17/11/2020).

Din mengatakan, seyogyanya Polri berkeadilan, dulu dengan alasan Covid-19 membebaskan dari penjara para narapidana kriminal, maka saatnya sekarang membebaskan tersangka/tahanan politik.

Rutan Bareskrim

Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta menjelaskan tujuh tahanan yang diisolasi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, karena positif COVID-19 berasal dari Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Mabes Polri.

"Kalau itu (tahanan) dari cabang Bareskrim Polri. Kalau di sini (Rutan Salemba) tidak ada yang positif COVID-19," katanya Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Edi Kurniadi di Jakarta, Senin, dilansir Antara.

Edi mengatakan Rutan Bareskrim Polri merupakan salah satu dari beberapa cabang Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat.

Sebanyak tujuh tahanan yang diisolasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, pada Ahad (15/11) adalah tersangka pelanggaran Undang-Undang ITE yang ditangani Direktorat Tindak Pidana Siber.

Ketujuh tersangka tersebut di antaranya Petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M Jumhur Hidayat terkait kasus KAMI Jakarta dan Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU). Kemudian, tiga tersangka kasus KAMI Medan yakni Juliana, Novita Zahara dan Wahyu Rasasi Putri.