JLC Apreasiasi Polisi Bekuk 5 Tersangka Penganiaya Pendukung Calon Walikota Makassar

Safari
JLC Apreasiasi Polisi Bekuk 5 Tersangka Penganiaya Pendukung Calon Walikota Makassar

Jakarta, HanTer - Subdit 3 Resmob Dit Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap dan menangkap 5 dari 7 tersangka penganiayaan yang dialami  Muharram Madjid, pendukung salah satu calon Walikota Makasar, Sulawesi Selatan, Nomor Urut 01 (Moh. Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusidi). Lima tersangka dibekuk ditempat yang berbeda, sementara 2 tersangka berhail melarikan diri yakni AR (25) dan JH(40).

 

Lima tersangka yang dibekuk yakni, F (40), MNM (50), S (51), AP (46), dan S (39). Lima tersangka tersebut memiliki peran masing - masing dalam penganiyaan yang Muharram Madjid tersebut. Penganiyaan yang dialami Muharram Madjid, Sabtu (7/11/2020) lalu sekitar pukul 18.40 WIB di Halte Depan Gedung Kompas TV Jl. Tentara Pelajar Tanah Abang,

Jakarta Pusat. Setelah mengalami penganiayaan, Madjid pun langsung lapor polisi dengan nomor LP/1522/K/XI/2020/Restro Jakpus, tanggal 07 November 2020.

 

Awalnya korban Muharram Madjid pada hari Sabtu (7/11/2020) sekira pukul 18.40

WIB akan mengikuti acara debat Calon Walikota Makasar dan Wakil Calon Kota Makasar yang

diselenggarakan oleh stasiun TV swasta. Saat sedang

menunggu beberapa teman-temannya yang lainnya, tiba-tiba ada seseorang yang tidak dikenal yang

diduga sebagai pelaku langsung menikam Muharram Madjid pada bagian pinggang sebelah kiri.

 

"Adapun ciri-ciri

pelaku memakai kemeja panjang kotak-kotak warna coklat dan langsung pergi meninggalkan lokasi

kejadian menggunakan sepeda motor berboncengan dengan pelaku lainnya yang sudah menunggu di

pinggir jalan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Drs. Yusri SRI Yunus di kantornya, Minggu (15/11/2020).

 

Sementara itu Joe Losari, Ketua Relawan Pasangan urut No 2 (Munafri Arifuddin dan Rahman Bando) yang disingkat "APPI RAHMAN" dan juga Ketua Joe Losari Comunity (JLC) mengapresiasi polisi yang menangkap para tersangka yang telah merusak nilai-nilai demokrasi di kota Makasar.

 

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai tanggapannya terkait penyerangan dan aksi penusukan ini, Joe Losari mengatakan bahwa : "Saya sangat menyayangkan penyerangan dan aksi penikaman tersebut. Hal ini menandakan bahwa kita belum dewasa dalam berpolitik dan merusak nilai-nilai demokrasi bangsa ini. Saya sangat menyayangkan peristiwa penusukan tersebut yang di lakukan oleh pendukung salah satu pasangan calon yang sedang berkompetisi di kota Makasar."

 

Lebih lanjut Joe Losari mengatakan : "Seandainya kami belum dewasa dalam berpolitik, maka kami bisa melakukan tindakan balasan yang sama, bahkan bisa lebih fatal dari yang terjadi. Namun demi kebaikan masyarakat kota Makasar dan atas arahan pasangan no 2 untuk menciptakan pilkada yang damai, maka kami bertekad untuk meresponi kejadian ini dengan kepala dingin dan memprioritaskan kepentingan kedamaian dan kesejahtetaan masyarakat kota Makasar." Pungkasnya, Minggu (15/11/2020).

 

Joe menegaskan, Relawan JLC siap untuk mengawal agenda debat yang akan di laksanakan pada tanggal 21 November 2020 dan di siarkan langsung oleh salah satu stasiun televisi.

 

"Kami akan melakukan pengawalan ketat terhadap kandidat paslon nomor dua, tentunya akan berkordinasi dengan pihak kepolisian setempat, supaya acara debat kandidat tersebut dapat berjalan baik tanpa ada rasa ketakutan dari para kandidat dan memberi rasa aman bagi mereka khususnya pasangan nomor urut dua." Lanjut Joe Losari

 

Diketahui akibat penusukan tersebut, Muharram Madjid mengalami luka berat lalu dilarikan ke Rumah Sakit. Usai mendapatkan pengobatan, Muharram Madjid melaporkan kejadian

tersebut kepada pihak Kepolisian Polda Metro Jakarta Pusat  Dari hasil penyelidikan dan penyidikan sementara diketahui tersangka MNM tiba di Jakarta juga untuk menghadiri Debat Calon Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020.

 

Tersangka MNM selaku masa pendukung Paslon Nomor Urut 01 sesampainya di Jakarta menghubungi teman-temannya yang ada di Jakarta

untuk menghadiri acara Debat tersebut. Setelah itu tersangka MNM mengirimkan video penghinaan yang dilakukan oleh korban kepada

tersangka F dan video tersebut diupload di Group Whatsapp bernama Forum Bugis Makassar Bersatu (FBMB) Metro, admin group tersebut adalah tersangka AP.

 

Pada tanggal 07 November 2020 sekitar 12.00 WIB, tersangka AP mendapat perintah dari

tersangka MNM untuk mengumpulkan anggota group tersebut di daerah Pesing, Jakarta Barat. Pada saat pertemuan tersebut, tersangka MNM memperlihatkan video penghinaan

yang dilakukan oleh Muharram Madjid  dan menyampaikan kepada seluruh

anggota untuk menusuk korban.

 

Setelah korban ditusuk, tersangka F melarikan diri bersama tersangka tersangka AR alias R menggunakan sepeda motor. Kemudian tersangka F membuang pakaian yang dipakai

setelah ekseskusi tersebut di sungai sekitaran Jembatan Dekat Roxy Jakarta Barat untuk menghilangkan barang bukti. Sedangkan tersangka MNM memerintahkan kepada seluruh anngota FBMB Metro untuk menghapus seluruh video dan berikut chat wa didalam group untuk menghilangkan barang buktim

 

Selain itu tersangka F memberikan uang untuk pelaksanaan eksekusi tersebut kepada tersangka S sebesar Rp.1.5 juta dan oleh tersangka S uang

tersebut dibagikan kepada tersangka F dan JH sebesar Rp. 500 ribu.Adapun pasal yang disangkakan kepada para tersangka yakni Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 55 Ayat (1) ke-1e Jo. Pasal 351 Ayat (2) KUHP dan atau Pasal 55 Ayat (1) ke-1e Jo. Pasal 355 Ayat (1) KUHP dan atau Pasal 53 KUHP Jo.Pasal 340 KUHP, Pasal 170 KUHP, diancam dengan penjara  5 tahun, Pasal 351 Ayat (2) KUHP, diancam dengan penjara 5 tahun, Pasal 355 Ayat (1) KUHP, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun

dan Pasal 340 KUHP, dengan pidana rnati atau pidana penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.