dr Tirta Kritik Pemerintah Tidak Tegas Soal Protokol Kesehatan Terkait Habib Rizieq Shihab

Danial
dr Tirta Kritik Pemerintah Tidak Tegas Soal Protokol Kesehatan Terkait Habib Rizieq Shihab
Suasana Maulid Nabi Muhammad di tempat Habib Rizieq

Jakarta, HanTer - Dokter Tirta Mandira Hudi kembali melayangkan kritikan pedas terhadap Pemprov DKI Jakarta, terlebih dalam penegakan aturan penegakan kesehatan. 

Dia menilai Pempov DKI tidak tegas dalam menerapkan aturan yang mereka buat sendiri, apalagi berbagai pelanggaran protokol kesehatan telah dilakukan oleh kelompok massa Habib Rizieq.

Influencer yang dikenal sangat vokal ini emosi ketika mendengar kabar justru pihak satgas Covid -19 malah mendukung acara - acara yang diselenggarakan kelompok Habib Rizieq dengan mengirimkan puluhan ribu masker.  

Puncaknya pada hari Sabtu, 14 November 2020, dia membuat berbagai postingan di akun media sosialnya Instagramnya yaitu @dr.tirta, berikut adalah rinciannya

Pertama, dia membuat sebuah unggahan foto capture berita mengenai satgas Covid-19 yang mengantar 20.000 masker untuk pernikahan Habib Rizieq, Dr.Tirta menilai kok bisa acara pernikahan di ACC apalagi sedang PSBB, lalu bagaimana dengan Kompetisi Liga 1, Konser Music dan Sekolah.

"Nakes lain ga ada yg bahas ini yah? Kayanya temen temen saya kmren pas lawan @jrxsid kenceng deh suaranya. @ikatandokterindonesia ??? Jangan standar ganda, ayok PB IDI keluarkan statement edukasi, apalagi PB IDI MARKASNYA D JAKARTA ? Gas?.

"Minta kejelasan aja sih, kalau memang sudah boleh kerumunan sampe 10.000 orang. Saya ama kawan2 musik mau buat konser musik dan pameran UMKM," katanya dalam caption.

Kemudian postingan kekesalannya berlanjut, ia membagikan sebuah capture cuitannya di Twitter, dalam postingan tersebut ia meminta kejelasan kepada Pemerintah yang membiarkan kerumunan di pernikahan Habib Rizieq, menurutnya hal ini telah melanggar aturan Covid-19 dan tidak menghargai jasa para dokter selama ini.

“Yang jelas, relawan relawan butuh kejelasan, kerja saya dan kawan2 8 bulan, kalian suru kami edukasi mati matian, mengenai 3M, skrng kemana wahai kalian yg membuat aturan razia masker? Razia kerumunan? Kemana? Aturan ini untuk siapa?, Kami 8 bulan jarang ketemu keluarga ! 17 kota kami samperin edukasi !. Kami ga dibayar, kami ikhlas, kami butuh kejelasan. Kawan2 kami eo wedding ga bisa makan. Pesepakbola ga bisa cari duit. Kru event ga bisa makan, Pemusik, mahasiswa, dkk,” tulisnya.

Postingan terbarunya dalam feed Instagram pribadinya juga masih menunjukkan kekesalan terhadap kinerja Pemprov DKI Jakarta yang dinilai telah menganak emaskan Habib Rizieq, ia menyertakan capture berita rakyat biasa yang terjaring razia masker dan dihukum untuk bersihin kali di Solo.

Sedangkan DKI Jakarta yang statusnya sedang PSBB malah membiarkan Habib Rizieq membuat kerumunan di hajatan pernikahan anaknya, dan malah mendapat support dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan membagikan 20 ribu masker dan Hand Sanitizer kepada tamu undangan yang hadir.

“Ra kompak Ra jelas, @bnpb_indonesia @satgascovid19.id @dkijakarta. Kebijakan kalian disaksikan seluruh warga negara Indonesia. Kmren demo disindir karena diduga klaster kopet. Angkringan jogja disindir, Bekasi kena razia, Bandung iya, Tangerang psbb, jkt psbb, ash mboh. Serius #indonesiaterserah trnyata ketegasan itu terserah bos nya masing2. Los los aja skrng bos, yok gas,” kicaunya.