Aktivis Sarankan Revolusi Akhlak Versi HRS Tiru Para Ulama Yang Menyejukkan

Safari

Jakarta, HanTer - Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) mempertanyakan kepulangan Habib Rezieq yang diembel-embili dengan revolusi akhlak.

"Kepulangan HRS ke tanah air katanya mau lakukan revolusi akhlak ? Apa iya ?," ungkap Sekjen JARI 98 Arwandi, Jumat (13/11/2020). 

Arwandi menyebutkan kegagalan revolusi akhlak yang akan layu sebelum berkembang dan menjadi cibiran netizen sehingga viral dimedia sosial. Seperti dampak yang kurang enak dipandang kasat mata penampakan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).

Kendati demikian, ia tetap ta'ziem dan mahabbah kepada Habaib. Dia lebih menyarankan agar revolusi akhlak tersebut meniru Habib Luthfi, Abuya Muchtadi dan para ulama-ulama yang menyejukkan.

"Saya sepakat dengan revolusi akhlak tapi cobalah datangin pengelola Bandara Soetta untuk minta maaf atas kerusakan fasilitas disana. Karena itu adalah bentuk Haqqul Adami (pertanggung jawaban urusan anak Adam). Jangan sampai ada tuntutan di akhirat," tuturnya.

Bagi Arwandi, pemerintah sepertinya tidak mempersulit proses pulang kampung HRS dan justru menghargainya. Bahkan tanpa perlu mempersulitnya mengikuti protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 ini.

"Faktanya demikian, beliau tidak di paksa karantina dulu 14 hari di Wisma Atlet," katanya lagi.

Dari sisi lain, JARI 98 lebih mengacungi jempol aktivis senior Eggi Sudjana yang lebih memberikan edukasi dan penyuluhan hukum. Meski Eggi adalah kritikus sejati namun selalu memberi penyemangat untuk kemajuan bangsa.

"Sesuai hadist :"Al Ilmu Bila Amalin Katsajarin bila Tsamarin. Artinya Ilmu tanpa di amalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah". Kita satukan hati dan selaraskan Iman, dan mengharapkan ridho dari Nya. Sehat selalu buat Bang Eggi Sudjana bersama keluarga," ucapnya.

Arwandi juga angkat suara perihal pengajuan syarat Habib Rizieq Shihab jika akan ada rekonsiliasi dengan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Syarat tersebut adalah agar membebaskan sejumlah ulama dan aktivis yang dilakukan penahanan, seperti Abu Bakar Baasyir, Sugi Nur, Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat hingga Habib Bahar bin Smith.

"Tidak mendasar memposisikan dirinya seolah HRS adalah Presiden, Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan," tandasnya.

Diketahui ketika sampai di kediamannya di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta, Selasa (10/11/2020),Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab langsung menyerukan revolusi akhlak kepada umat Islam. 

"Kepulangan kali ini saudara, tidak lain, tidak bukan, saya menyerukan dan mengajak kepada semua umat Islam Indonesia, ayo sama-sama revolusi akhlak. Setuju?" ujar Habib Rizieq yang disambut pernyataan setuju oleh massa yang hadir.

Habib Rizieq menyatakan bahwa revolusi akhlak ini bertujuan untuk menyelamatkan NKRI. Habib Rizieq pun menegaskan, mulai hari ini revolusi akhlak dimulai. Revolusi akhlak dapat dimulai dengan hijrah dari perbuatan maksiat ke perbuatan yang lebih taat akan aturan agama.

"Karena itu, kepada umat Islam, mulai hari ini sudah revolusi akhlak dan semua yang tidak taat harus menjadi taat. Setuju?" tegas Habib Rizieq.

"Hijrah dari perbuatan buruk ke perbuatan baik! Kita ganyang segala kezaliman. Kita lawan segala korupsi," tandasnya.