Inilah Pandangan Berbagai Tokoh Terkait Gerakan Kebangsaan Indonesia

Romi
Inilah Pandangan Berbagai Tokoh Terkait Gerakan Kebangsaan Indonesia
Salah satu tokoh yang menginisiasi Gerakan Kebangsaan Indonesia/ ist

Jakarta, HanTer – Guna memewujudkan ketahanan nasional yang tangguh memang dibutuhkan penanaman kesadaran bela negara sebagai bentuk revolusi mental sejak dini.

Terutama terkait kecintaan terhadap tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada ideologi Pancasila, rela berkorban bagi bangsa dan negara serta memiliki kemampuan dasar bela negara untuk melakukan Gerakan Kebangsaan Indonesia.

Penanaman nilai-nilai kebangsaan melalui gerakan kebangsaan di Indonesia dewasa ini menjadi penting dan telah menjadi isu hangat dikalangan masyarakat dari berbagai kalangan dan dari berbagai latar belakang.

Tak heran, jika isu kebangsaan saat ini menjadi materi-materi dalam diskusi-diskusi menarik diperbincangkan diberbagai tempat.  Makanya, jika tidak dilakukan maka akan membawa dampak pudarnya rasa nasionalisme kebangsaan atau kecintaan warga terhadap negaranya. 

"Konsep kebangsaan yang perlu ditanam yakni keberagaman dan perbedaan dalam satu kesatuan atau Bhinneka Tunggal Ika, karena hal tersebut mencerminkan karakter bangsa yang diwujudkan dengan tujuan mempersatukan seluruh kemajemukan yang ada dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui pemanfaatan Gerakan Kebangsaan, kita dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan menguatkan rasa Nasionalisme atau rasa kebangsaan dan cinta Tanah Air," kata Marsudiyanto, salah tokoh muda yang mendukung terbangunnya kembali gerakan kebangsaan, seperti keterangan yang diterima Harian Terbit, Kamis (12/11/2020).

Hal serupa diungkapkan Johnson Silitonga yang dikenal aktif di dunia kepemudaan dan kemahasiswaan.

"Dengan adanya kegiatan-kegiatan yang dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran baru akan gerakan kebangsaan ini dapat menumbuh suburkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghormati satu sama lain dan juga membangun karakter dan nilai ideologi bangsa dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa," jelasnya.

Ide dan gagasan tersebut rencanan bakal dilaksanakan pada Sabtu, 14 November 2020 mulai  Pukul 09.00 – 13.00 WIB, di Singosari Room, Hotel Borobudur Jakarta, bertema “Sinerginya, Symphoni Kebangsaan Dalam Kebhinekaan”.

Kegiatan tersebut akan dikuti berbagai unsur yaitu tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh kemahasiswaan, praktisi, wartawan, partai politik, LSM dan masyarakat umum dengan mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman wawasan kebangsaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap optimalisasi pengembangan nilai-nilai kebangsaan," kata Edwin D Ahra, selaku tokoh masyarakat.

Sedangkan, Jahnis M selaku praktisi pendidikan menyampaikan hal sama.

"Demokrasi tidak bisa menjadi tujuan pada dirinya sendiri, demokrasi adalah alat agar pembangunan demokrasi simultan dengan pembagunan ekonomi, sosial dan spiritual,” ungkapnya.

Berikut pandangan yang akan disampaikan terkait inisiasi gerakan kebangsaan Indonesia berbagai tokoh:

1.    Bertukar pandangan masa depan gerakan kebangsaan Indonesia dari berbagai sudut pandang
2.    Melihat elemen-elemen penghambat bagi gerakan kebangsaan dan demokrasi yang sehat
3.    Mendeteksi dan melakukan evaluasi kedewasan di masyarakat dalam memahami dan menghayati makna nasionalisme kebangsaan dari perspektif demokrasi, agama,  budaya dan politik
4.    Melakukan kajian data-data kontemporer indikasi tindak intoleransi dan hubunganya dengan perkembangan demokrasi pancasila
5.    Melihat dinamika perkembangan demokrasi dan pembangunan
6.    Melakukan kajian dari prespektif agama, sejarah, budaya, dan politik masa depan demokrasi Indonesia.