Dari Petamburan Serukan Revolusi Akhlak, Habib Rizieq: Kita Ganyang Kezaliman dan Lawan Korupsi

Safari/Sammy
Dari Petamburan Serukan Revolusi Akhlak, Habib Rizieq: Kita Ganyang Kezaliman dan Lawan Korupsi

Jakarta, HanTer - Akhirnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tiba di Tanah Air setelah 3,5 tahun hijrah di Arab saudi. Tiba dikediamannya di Petamburan, Jakarta Pusat, Habib Rizieq langsung memberikan seruan, meminta pengikutnya melaksanakan revolusi akhlak.

"Saudara-saudara, saya menyerukan dan mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia agar sama-sama revolusi akhlak. Setuju?" ucap Rizieq saat berpidato di hadapan pengikutnya, di Jalan KS Tubun, Jakpus, Selasa (10/11/2020).

Massa yang mendengar seruan tersebut langsung berteriak 'setuju'.
Revolusi akhlak, kata Rizieq, mengubah sifat manusia dari perbuatan buruk menjadi baik. Rizieq dan pengikutnya berkomitmen untuk melawan kezaliman.

"Siap revolusi akhlak? Yaitu kepada semua mulai hal ini sudah revolusi akhlak. Kita ganyang segala kezaliman. Lawan segala korupsi, setuju?" teriak Rizieq.

Dia pun berdoa agar Indonesia diberikan pemimpin yang adil dan jujur.

Rekonsiliasi

Setelah di Indonesia, apakah Habib Rizieq akan melakukan rekonsiliasi dengan pemerintah? Menanggapi hal ini, Habib Rizieq mengatakan, dalam rekonsiliasi tersebut harus ada niat dan tekad yang baik.

“Jika pemerintah bertindak sewenang-wenang, dan kalau rekonsiliasi berdiri atas dasar kecurangan kezaliman, kejahatan, tidak mungkin. Tidak ada rekonsiliasi,” katanya dilansir RRI.

Krisis Akhlak

Sementara itu, Dewan Syuro FPI Habib Muchsin Al Attas mengemukakan,  menyebut kepulangan Habib Rizieq bisa menjadikan hari-hari penuh kasih sayang. 

"Beliau menyatakan bahwa kedatangan beliau ini akan membawa sebuah misi, yaitu revolusi akhlak. Revolusi akhlak adalah revolusi yang dijunjung, dibawa oleh Baginda Rasulullah SAW," kata Muchsin.
 
Menurut Muchsin, negara ini tengah dalam kondisi krisis. Kedatangan Habib Rizieq diharapkan bisa mengubahnya.

"Kita memahami dan paham semuanya mengetahui bahwa negara kita dalam kondisi yang sangat-sangat krisis luar biasa segala-galanya multidimensi mengalami krisis yang paling utama adalah krisis akhlak," kata Muchsin.

"Akhlak berpolitik, akhlak bermedia, akhlak berhukum, akhlak sopan santun, akhlak berpakaian, akhlak ekonomi semua sudah hancur," jelas Muchsin.

Masih Garang?

Terpisah pengamat politik dan Pemerhati Bangsa Tony Rosyid mengatakan, yang menarik dari kepulangan HRS adalah apakah sikap lunak istana akan menghentikan teriakan HRS yang selama ini terus menerus meminta Jokowi mundur? 

“Dalam konteks ini, apakah sudah ada kompromi atau deal-deal tertentu antara HRS dengan istana? Jika ada, apa dealnya? Atau sebaliknya, kepulangan HRS justru untuk menuntaskan tuntutan itu? Isu ini nampaknya yang paling seksi dan menarik public,” ujar Tony.

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini, lanjut Tony,  jadi hal paling penting dan substansial dari semua analisis tentang kepulangan HRS. Tanpa menyentuh soal ini, analisis menjadi semu.

“Publik menunggu, apa narasi HRS pasca kepulangannya. Melunak, atau masih garang? Lunak dan garangnya sikap HRS akan sangat memengaruhi tidak saja eskalasi, tapi boleh jadi juga akan menentukan struktur politik nasional,” ujarnya.

Tony menilai, kepulangan HRS seolah menjadi energi segar bagi kelompok oposisi untuk semakin aktif dan masif memprotes aturan dan kebijakan pemerintah yang dianggap ugal-ugalan. Berpihak kepada para pemodal, abai terhadap aspirasi dan kepentingan rakyat. 

Menurutnya, HRS punya modal sosial yang cukup besar. Secara personal, mungkin dia satu-satunya tokoh di Indonesia yang mampu menggerakkan jutaan massa. Ini bisa dilihat dari jumlah massa yang menjemputnya hari ini di bandara Soekarno Hatta Cengkarang.

“Bisa dimaklumi jika istana kemudian panik. Sekali HRS teriak, istana bisa rontok. Wajar jika istana khawatir. Sadar atas potensi ini, istana mulai melunak. Sambutan Menkopolhukam Mahfud MD kemarin malam berubah total. Sebelumnya, Mahfud cenderung menyerang HRS. Menuduh HRS bermasalah di Arab Saudi, lalu dideportasi. Tidak sampai disitu, Mahfud juga mengancam jika pendukung HRS berbuat anarkis akan disikat,” kata Tony.