Bareskrim Periksa Tiga Pengawas Cleaning Service Terkait Kasus Kebakaran Kejagung

Danial
Bareskrim Periksa Tiga Pengawas Cleaning Service Terkait Kasus Kebakaran Kejagung
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo

Jakarta, HanTer - Penyidik Bareskrim Polri terus memeriksa saksi-saksi di kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Hari ini, ada tiga pengawas cleaning service yang diperiksa sebagai saksi oleh penyidik. 

"Senin ini (9/11/2020) penyidik gabungan memeriksa pengawas cleaning service inisial AR, AS dan HS," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo kepada wartawan, Senin (9/11/2020).

Ferdy mengatakan, untuk saksi inisial AR, Selain sebagai pengawas cleaning service, dia juga berperan membeli minyak lobi. Sementara, HS juga diketahui merupakan orang kepercayaan saksi Mai.

Mai sendiri sudah dimintai keterangan pada Selasa (3/11/2020), lantaran diduga meminjam nama perusahaan cleaning service PT APM.

Selain memeriksa terhadap tiga pengawas cleaning service, hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap JS yang berperan sebagai konsultan pengawas cleaning service.

“Pemeriksaan JS juga dilakukan hari ini, masih berlangsung,” tutur Ferdy. 

Diketahui, di kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung, Polri telah menetapkan delapan orang menjadi tersangka, dengan inisial S, H, T, K, IS, UAM, RS, dan NH.

Sementara RS adalah Direktur PT APM yang memproduksi cairan pembersih Top Cleaner. Terakhir, tersangka NH sebagai Kasubbag Sarpras dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kejaksaan Agung. 

Para tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.