Wakil Ketua MPR Sebut Zaman Membingungkan Semua Harus Waspada

Danial
Wakil Ketua MPR Sebut Zaman Membingungkan Semua Harus Waspada
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid di Crowne Plaza Bandung, Sabtu (7/11/2020).

Bandung, HanTer - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang akrab disapa Gus Jazil mengatakan, tentang Pilkada yang kurang lebih 30 hari lagi, dimana Pilkada ini adalah perwujudan dari kedaulatan rakyat yang diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945.

"Sekaligus pengejawantahan dari sila ke-4 dari Pancasila yaitu kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan," ujar Gus Jazil di Crowne Plaza Bandung, Sabtu (7/11/2020).

Dijelaskannya, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak ini adalah masuk dalam amandemen undang-undang dasar, yang dulu tidak ada. 

"Pilkada ini diselenggarakan yang disebut pesta demokrasi ini diselenggarakan dalam keadaan pandemi. Jadi ini adalah anomali (penyimpangan atau keanehan), orang pesta tapi tidak boleh dekat-dekat, orang pesta tetapi harus pakai masker, kalau makan harus pakai box begitu kira-kira. Kalau masuk tempat pemungutan suara (TPS) semua diatur, jadi ini anomali jadi yang anomali-anomali seperti ini sekarang ini terjadi," paparnya.

Gus Jazil melihat kerja wartawan jadi anomali, Pilpres juga anomali. Ada salah ketik juga anomali, zaman anomali zaman yang membingungkan. Makanya kalau zaman yang membingungkan itu ajakannya harus eling dan waspada, jadi harus selalu intropeksi dan juga waspada.

"Makanya di Pilkada 2020 ini saya mengajak semuanya kontestasi Pilkada partai politik calon kepala daerah untuk selalu eling dan waspodo. Bawa kontestasi ini bukan menang-menangan, bahwa pencalonan ini untuk mendarmabaktikan untuk eling dan waspada kepada sesama," tuturnya.

Lanjutnya, Pilkada hanya untuk legitimasi dan perlu diketahui meskipun legitimate dipilihnya tetapi sehabis itu banyak ada masalah, bermunculan.

"Oleh sebab itu saya hanya mengajak, di forum yang terhormat ini sekaligus mendiskusikan, bahwa dalam keadaan anomali ini mudah-mudahan Pilkada tertib dan lancar. Saya khawatir atas dasar pesta yang setengah-setengah kemudian terjadi keributan, itu tidak menutup kemungkinan.

Makanya saya mengajak seluruh aparatur kita semua untuk selalu waspada, untuk selalu menjaga keadaan keadaan ini dalam keadaan kondusif dan kita bisa membangun, karena memang Indonesia saat ini dalam keadaan krisis," ulasnya.

"Pertama kita berpesta dalam keadaan pandemi atau keadaan sakit dan kita juga berpesta dalam keadaan kritis. Jadi anomali-anomali dan mudah-mudahan lancar, Saya yakin Pilkada akan lancar," tambah Gus Jazil.