Buronan Kejati Sulawesi Tenggara Diciduk Tim Tabur

Zamzam
Buronan Kejati Sulawesi Tenggara Diciduk Tim Tabur
Herry Faisal, buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara(Sulteng) ditangan Tim Tangkap Buronan ( Tim Tabur) Kejaksaan Agung.

Jakarta, HanTer - Pelarian terpidana perkara korupsi Herry Faisal, buronan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) berakhir ditangan Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur) Kejaksaan Agung.

Terpidana korupsi pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kolaka Timur T.A 2014, itu ditangkap pada Selasa (3/11/2020).

Ia dicokok Tim Tabur tanpa perlawanan Jl. Bumi 14 Nomor 22 Perumahan Bumi Permata Hijau RT. 4 / RW. 20 Kel. Gunung Sari Kec. Rappocini Kota Makassar Sulawesi Selatan.

"Yang bersangkutan sudah diamankan untuk menjalani putusan perkara yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap," ujar Jamintel Sunarta dikonfirmasi, Kamis (5/11/2020).

Sunarta menjelaskan penangkapan Herry Faisal merupakan salah satu program Kejaksaan RI dalam optimalisasi penegakan hukum yang berkeadialan.

"Kita akan terus mempersempit ruang gerak para buronan," ujarnya.



Semasa PNS, Herry Faisal menjabat Kepala Dinas Kesehatan Kab. Kolaka Timur T.A 2014. Ia divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, yang merugikan negara  Rp. 844.067.525,00.

Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan sebagian dana yang dikorup telah dikembalikan kepada negara. Antara lain uang honor, uang EHRA, belanja fogging, belanja pengadaan alat dapur, belanja pengadaan vaksin Rabies dan ABU yang seluruhnya berjumlah Rp. 569.665.000,00.

"Dan ternyata dari kerugian Negara tersebut setelah dihitung secara proporsional sesuai peran masing-masing, maka terpidana harus membayar uang pengganti sebesar Rp. 150.202.525,00," ujar Hari.

Mahkah Agung (MA) menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan penjara selama 5 (lima) tahun dan denda sebesar Rp. 200.000.000,00 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.