Diberi Raport Merah, Jokowi Mesti Evaluasi

Sammy
Diberi Raport Merah, Jokowi Mesti Evaluasi

Jakarta, HanTer - Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa, Tony Rosyid, mengatakan, setidaknya terdapat tiga hal untuk mengukur dan menilai secara obyektif kinerja Jokowi di periode kedua pemerintahannya.

"Pertama, terkait program berkelanjutan dari periode pertama," ungkapnya di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Yang kedua, lanjut dia, mengenai janji politik. Sedangkan yang ketiga, terkait seberapa besar tingkat kepuasan publik terhadap kebijakan dan kinerja pemerintah.

Ia melanjutkan, perihal apa program berkelanjutan Jokowi menurutnya menyangkut infrastruktur, tol, bandara dan kereta cepat masih terus berlanjut. "Bahkan mimpi 'Ibu Kota Baru," terang dia.

Tony mengatakan, harus diakui pembangunan infrastruktur era Jokowi cukup gencar, patut diapresiasi. "Infrastruktur inilah yang diantaranya berjasa membuat Jokowi terpilih kembali untuk periode kedua. Kendati penuh kontroversi dan menyisakan sejumlah persoalan," ungkapnya.

Ekonomi Terpuruk

Meski demikian, pembangunan infrastruktur Jokowi meninggalkan setidaknya empat catatan. Pertama, tidak sesuai target sebagaimana yang dituangkan dalam janji politiknya.

"Terutama soal tol laut. Kedua, pembangunan infrastruktur yang 'ugal-ugalan' mengakibatkan tingginya hutang negara. Bahkan, melebihi hutang era presiden-presiden sebelumnya," terang dia.

Ketiga, pembangunan infrastruktur tidak linier dengan pertumbuhan ekonomi. Tercatat, pertumbuhan ekonomi di periode pertama hanya 5%. Jauh dari target yang dijanjikan yaitu 7%. 

"Di periode kedua, ekonomi makin terpuruk, dihajar pula dengan pandemi. Terjadilah resesi. Dua kuartal minus," terang Tony.

Sedangkan yang keempat, pembangunan infrastruktur tidak punya efek, baik langsung atau tidak langsung, terhadap program revolusi mental yang jadi tageline pemerintahan Jokowi.

Janji Politik

Sementara mengenai janji Jokowi di periode kedua, menurutnya publik nampak apatis. Bahkan tampak abai dan tak lagi memperhatikan.

"Mengingat puluhan janji di periode pertama sebagian besar meleset. Stop impor, bay back Indosat, sudahlah... lupakan. Dan Jokowi sendiri tak pernah memberi penjelasan terkait melesetnya janji-janji itu," ujarnya.

Selain itu, terlepas apapun penilaian publik terhadap janji Jokowi di periode pertama, janji di periode kedua tetap harus diingatkan. Janji itu menurutnya road map. "Baik bagi kebijakan pemerintah, maupun jadi unsur penting bagi rakyat untuk mengukur dan menilai kinerja pemerintahan Jokowi," ucapnya.

Diantara janji itu adalah sinergi pemerintah daerah, penegakan sistem hukum bebas korupsi, pemberian rasa aman bagi setiap warga, dll. Ini jadi bagian dari misi Jokowi periode kedua.

Dari aspek demokrasi, menurut Tony, ada tindakan berlebihan aparat yang dianggap sebagai upaya membungkam kebebasan berpendapat. Ancaman administratif terhadap pelajar dan mahasiswa yang demo merupakan bentuk pembungkaman yang sepatutnya gak perlu ada.

Terlebih soal ekonomi. Selama dua kuartal pertumbuhan ekonomi minus. Ini pertanda resesi. Beban hutang begitu besar dan jatuh tempo bayar di bulan november, dimana devisa (cadangan uang negara) kabarnya sangat minim.

"Ini pekerjaan rumah sekaligus tantangan presiden di sisa empat tahun pemerintahannya," terang dia.

Menueutnya, jika ingin mendapatkan kembali opini positif dari rakyat, Jokowi sebagai kepala negara, harus berani melakukan perubahan," ucap Tony.

Negatif

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Ujang Komaruddin, menilai, pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam satu tahun lebih banyak memunculkan kebijakan yang negatif, dibandingkan positifnya.

"Masih banyak minusnya, dari pada plusnya. Banyak kebijakan yang tak berpihak pada rakyat," ucap Ujang di Jakarta, Kamis (22/10/2020).

Salah satu kebijakan yang dianggapnya tidak berpihak kepada rakyat adalah merevisi Undang-Undang KPK, UU Corona Nomor 2 Tahun 2020, kenaikan iuran BPJS, dan yang terakhir disahkannya UU Cipta Kerja.

"Dengan dilumpuhkan dan dibunuhnya KPK dengan merevisi UU KPK, maka penegakan hukum makin compang-camping dan enggak jelas," ungkapnya.