Tak Masuk Akal Sebut Demo UU Ciptaker Ditunggangi Asing

Alee
Tak Masuk Akal Sebut Demo UU Ciptaker Ditunggangi Asing
Suasana bentrok massa dengan polisi saat demo menolak UU Cipta Kerja (ist)

Jakarta, HanTer - Pernyataan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebutkan kerusuhan yang terjadi dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu ditunggangi pihak asing, dinilai pengamat politik S Indro Tjahyono tidak masuk akal.

“Pengaruh asing itu yang bagaimana, itu harus jelas dulu. Sejauh pengaruhnya lewat informasi, pasti ada pengaruh, karena jaringan informasi bersifat global. Vandalisme pertarungan politik di Timur Tengah menjadi inspirasi  bagi pendemo, itu tidak berarti ditunggangi,” kata Indro kepada Harian Terbit, Kamis (15/10/2020).

Lalu, papar aktivis 77/78 ini, pihak asing mana yang menunggangi? Mereka harus yang berkepentingan untuk kehancuran Indonesia. “Ini tidak saya lihat, baik dari negara tetangga maupun negara lain yang lebih jauh. Tidak ada kompetitor politik yang perlu khawatir jika Indonesia maju,” paparnya.

Jadi, lanjut pendiri Skephi ini, kalau ada penunggangan sudah pasti, tetapi kalau dilakukan oleh asing itu tidak masuk akal. Kekuatan asing kalau melakukan intervensi politik itu bersifat sistemik. Seperti yang terjadi pada periode sebelum dan sesudah tahun 1965.

“Yang menunggangi ya kekuatan dalam negeri yang ingin melakukan eskalasi politik. Bisa saja ini juga masih terkoneksi dengan para pemrakarsa demo, tetapi dibuat seolah kerusuhan dilakukan kelompok lain,” paparnya.

Mengapa mereka menunggangi demo anti UU Cipta Kerja dengan kerusuhan? Karena terpengaruh dengan pengalaman saat Reformasi. Yakni kalau demo-demo dilakukan terus-menerus selama 20 hari di seluruh kota, maka pemerintahan akan jatuh. 

Kelompok oposisi, lanjut Indro, juga sedang kehilangan akal dalam melakukan gerakan ekstra parlementer. Melakukan serangan lewat medsos sebagai satu-satunya peluang terhadang oleh buzzer pemerintah. Menambah massa dan jangkauan demo sampai keluar kota tidak disiarkan oleh media massa resmi. 

“Salah satunya yang tersisa ya membuat vandalisme terhadap fasilitas umum sehingga masyarakat langsung tahu sedang terjadi apa-apa di negeri ini,” ungkapnya.

Kedua, lanjut Indro, ada kesulitan bermain di ranah hak-hak politik konstitusional karena berhadapan dengan aparat keamanan yang semakin tangguh. Di lain pihak mengharap adanya internal struggle (perpecahan politik di dalam) juga jauh panggang dari api.

Tidak Yakin

"Saya ga yakin pemuda atau mahasiswa melakukan kerusuhan. Ini pasti anasir yang dibiayai asing. Ga mungkin seorang patriot membakar milik rakyat. Kalau mau demo silahkan demokrasi itu boleh demo, masa bakar milik rakyat. Jadi kalau sudah begitu kita harus sangat waspada," kata Prabowo dalam sebuah wawancara yang dirilis DPP Partai Gerindra, yang diterima di Jakarta, Selasa.
 
Menurut dia, banyak peserta asing yang belum membaca UU Ciptaker dan termakan hoaks. "Banyak sekarang ini yang kemarin demo itu belum baca hasil omnibus law itu dan banyak hoaks. Banyak hoaks di mana-mana seolah ini tidak ada, itu tidak ada," kata Ketua Umum Partai Gerindra ini.
 
Prabowo mengatakan, hoaks yang mengiringi UU Cipta Kerja bertujuan menimbulkan kekacauan di dalam negeri. Bahkan, ia menyebut, dalangnya berasal dari luar negeri. "Ada kekuatan-kekuatan asing, ada negara-negara tertentu di dunia yang tidak pernah suka Indonesia aman dan maju," tegas Prabowo.

#Demo   #buruh   #mogok   #ciptakerja   #omnibuslaw