Aksi Omnibus Law, Mahasiswa, Pelajar Jangan Mau Ditunggangi!!

Safari

Jakarta, HanTer - Ketua Umum Perkumpulan Muda Indonesia (Permindo) Putri Khairunissa meminta kepada generasi muda khususnya para mahasiswa yang melakukan aksi mengkritisi UU Cipta Kerja Omnibus Law mewaspadai penumpang gelap. Karena berujung anarkis dan disesalkan banyak pihak.

 

"Jangan sampai gerakan mahasiswa hari ini ditunggangi segelintir pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi yang anarkis, merusak fasilitas umum," tegas Nissa, Senin (12/10/2020).

 

Lebih lanjut, Nissa menghimbau kepada pihak-pihak yang tidak puas dengan disahkannya UU tersebut bisa mengajukan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

 

"Jika tidak puas dengan Omnibus Law silahkan ajukan judicial review ke MK. Semua ada jalur konstitusionalnya bukan dengan demo anarkis apalagi dimasa pandemi ini. Para mahasiwa terpelajar, anak-anak STM jangan mau juga di manfaatkan dan dijadikan martil keserakahan politik oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," sebutnya.

 

Lebih jauh, Nissa juga mengingatkan kepada elit parpol yang menolak UU Omnibus Law bisa mengarahkan para pendemo untuk mengambil jalan konstitusional melalui jalur MK. Dan ditengah pandemi covid 19 seharusnya Gubernur DKI Anies Baswedan bisa menegakkan aturan tegas menerapkan protokol kesehatan dengan tidak ada kerumunan massa.

 

"Stop provokasi masyarakat, pelajar, mahasiswa untuk melakukan tindakan anarkis. Apalagi disaat pandemi covid 19 ini. Gubernur Anies juga harus turun kelapangan untuk mengingatkan masyarakat bersama-sama memberantas peredaran covid-19," pungkasnya.