Polisi Bakal Tindak Perusak Kantor Kementerian ESDM, Ada Bukti CCTV

Danial
Polisi Bakal Tindak Perusak Kantor Kementerian ESDM, Ada Bukti CCTV
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus

Jakarta, HanTer - Polda Metro Jaya, berjanji akan menyelidiki dan menindak tegas oknum pengrusakan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, dalam demo tolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10/2020).

Selain Gedung Kementerian ESDM, sejumlah fasilitas di bawah Pemprov DKI Jakarta seperti Halte Transjakarta, Pos Polisi juga menjadi sasaran aksi anarkis.

Polisi kini mulai memeriksa sejumlah kamera CCTV, yang merekam aksi perusakan fasilitas umum dan fasilitas kepolisian.

"Akan kami selidiki semuanya, videonya (Perusakan fasilitas) kan ada. Ini yang merusak perusuh," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10/2020).

Lebih lanjut, Yusri menuturkan, penyidik Polda Metro Jaya kini juga tengah mengusut kemungkinan adanya fasilitator perusuh bayaran, yang menunggangi aksi unjuk rasa berujung kericuhan pada Kamis 8 Oktober 2020.

Sejauh ini, kepolisian telah mengamankan 1.192 orang yang terlibat dalam bentrok dengan petugas. Mereka didata dan dimintai keterangan. Polisi mencatat adanya perusuh yang dijanjikan akan mendapat bayaran.

Perusuh bayaran, didatangkan dari luar Jakarta seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, dan Banten.

"Dari bukti-bukti handphone dan keterangan yang kita terima dari mereka. Mereka tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja. Tahunya ada undangan datang. Disiapkan tiket kereta api, truk, bus, ada uang makan untuk mereka semua. Pihak mana yang memfasilitasi, nanti kita dalami juga," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, akibat aksi anarkis massa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Gedung Kementerian ESDM mengalami kerusakan yang cukup parah. Gedung Heritage yang merupakan tempat Menteri Arifin Tasrif berkantor, dan Gedung Chairul Saleh dipenuhi oleh pecahan kaca yang berserakan, monitor komputer terbalik, pot bunga terguling, dan batu tampak di mana-mana.

Delapan mobil di parkiran, juga ikut jadi korban. Begitu pula Masjid Jami Al Muhajirin, yang terletak di komplek perkantoran tersebut.