Demo Tolak Omnibus Law, 5.918 Orang Diamankan, 240 Proses Pidana dan 87 Ditahan

Danial
Demo Tolak Omnibus Law, 5.918 Orang Diamankan, 240 Proses Pidana dan 87 Ditahan
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono

Jakarta, HanTer - Kepolisian Negara Republik Indonesia mengamankan sebanyak 5.918 orang dari seluruh Polda jajaran, saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, pada Kamis 8 Oktober 2020. Ribuan pendemo terpaksa ditangkap lantaran diduga membuat kericuhan.

“Dalam aksi berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/10/2020).

Diantara ribuan orang yang ditangkap itu, sebanyak 240 orang dinaikan statusnya ke tahap penyidikan, atau dengan kata lain dilakukan proses pidana.

“Sementara 153 orang, masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan,” ungkap Argo.

Lebih lanjut, Mantan Karo Penmas Divisi Humas Polri ini menekankan, penegakan hukum terhadap pendemo yang melakukan tindak anarkis sebagai upaya Polri menjaga wibawa negara, sekaligus memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran," tegasnya.

Disisi lain Argo mengungkapkan, dari total seluruh pendemo yang telah diamankan, 145 orang diantaranya reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test.

Untuk itu, Polri mengimbau agar eleman masyarakat yang menolak UU Cipta Kerja, agar menempuh jalur hukum melalui gugatan Judicial Riview ke Mahkamah Konstitusi (MK), ketimbang melakukan aksi turun ke jalan yang beresiko tertular Covid-19.