Rizal Ramli Salut pada Sultan HB X dan Imbau Pemerintah Tidak Otoriter Hadapi Demo Buruh dan Mahasiswa

Alee
Rizal Ramli Salut pada Sultan HB X dan Imbau Pemerintah Tidak Otoriter Hadapi Demo Buruh dan Mahasiswa
Tokoh nasional Rizal Ramli dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X

Jakarta, HanTer - Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyampaikan salutnya  kepada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X .'' 

Sultan ikuti tradisi ayahanda Sultan HamengkuBuwono IX yang berjuang melawan Belanda dan bela Republik. Tahun lalu kita (RR dan Sultan) masih sempat ngopi & ngobrol lama di Istana Jokya.. Salam,'' ungkap RR, Menko Ekuin Presiden Gus Dur 

RR juga menghimbau dan mengingatkan agar  pemerintah tidak berwatak otoriter dan kekerasan dengan mengerahkan pihak tertentu untuk ciptakan kekerasan dan kerusuhan. ''

Ini pola neo-otoriter: create chaos, then blame students & mengorbankan activis yakni :  peristiwa Malari 1974, awal 1998, Mei 2019 (300 perusuh di depan KPU punya tato badan depan & belakang. Kalau mahasiswa hanya 1-3 tato, Islam ndak pake tato). Setelah rusuh, sebar narasi di media media  bahwa mereka mahasiswa & aktifis. Kuno euei,'' ungkap RR

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  mendukung penolakan buruh dan mahasiswa soal Omnibus Law. Sultan minta demo buruh dan mahasiswa bisa berjalan damai dan tertib.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X  sempat menyesalkan demonstrasi menolak Omnibus Law Undang-undang atau UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Demonstrasi besar menolak UU Cipta Kerja itu rusuh di sejumlah titik. Utamanya di pusat kawasan wisata Malioboro serta merusak sejumlah sarana dan membuat puluhan orang terluka.

"Yogyakarta, dengan masyarakatnya tidak pernah punya itikad untuk membangun anarki," ujar Sultan HB X pada Kamis, 8 Oktober 2020.

Sultan menegaskan jika karakter masyarakat yang ada di Yogyakarta jauh dari keinginan untuk berbuat sesuatu yang sifatnya merusak. Terlebih di tempat yang ditinggalinya sendiri. "Saya mengimbau dan berharap kepada warga, kelompok-kelompok masyarakat, bukan karakter kita untuk berbuat anarkis," ujar Ngarsa Dalem.