Beda Cara Sikapi Aksi Massa, Jokowi Hilang, Anies Datang

Sammy
Beda Cara Sikapi Aksi Massa, Jokowi Hilang, Anies Datang

Jakarta, HanTer - Aksi penolakan terhadap pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja disuarakan ribuan elemen masyarakat yang terdiri dari mahasiswa, buruh, bahkan pelajar. Dalam menyikapi aksi ini ada perbedaan antara Joko Widodo (Jokowi) selaku kepala negara, dan Anies Baswedan selaku pemimpin ibu kota dalam menyikapi demonstrasi tersebut.

Adapun Jokowi justru melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Tengah ditengah maraknya demonstrasi yang terjadi hari ini. Disana ia berencana mengunjungi Kabupaten Pulau Pisau, sebagaimana dalam unggahan akun instagramnya @jokowi pada Kamis (8/10/2020).

"Selamat pagi. Hari ini saya menuju Kalimantan Tengah untuk kunjungan sehari. Setiba di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, saya melanjutkan perjalanan dengan helikopter menuju Kabupaten Pulang Pisau," tulis akun tersebut disertai foto Jokowi tengah menaiki tangga menuju pesawat.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menyempatkan diri menemui para pendemo di Bundaran HI pasca meninjau Halte Transjakarta yang rusak akibat dibakar massa.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai keluh kesah sempat diungkapkan oleh beberapa peserta aksi. Terutama, prihal sikap penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja. "Kami akan terus melakukan aksi jika UU Cipta Kerja tetap dipaksakan," ucap salah satu Mahasiswa Ibnu Khaldun, kepada Anies.

Menyikapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, akan melakukan pertemuan dengan seluruh gubernur yang ada di Indonesia secara virtual pada Jumat (9/10/2020). Pertemuannya itu dalam rangka membicarakan aspirasi masyarakat yang menolak adanya UU Cipta Karya.

Selain menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies juga mengemban amanah sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

"Saya ingin sampaikan bahwa apa yang tadi jadi aspirasi, besok itu (Jumat, 9/10/2020) akan kami teruskan," kata Anies kepada para demonstran di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) malam.

Menurut Anies, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapatnya. "Hari ini kami menghormati hak warga negara, karena itu tadi kami dengar apa yang jadi aspirasi. Saya ingin kepada semua memastikan hak itu terjaga dan hak itu tidak hilang karena itulah negeri kita yang disebut sebagai negeri merdeka," ujar Anies.

"Besok (Jumat, 9/10/2020) akan kami lakukan pertemuan itu. Jadi saya pastikan apa yang tadi disampaikan, akan diteruskan dan teman-teman sekalian ingatlah bahwa yang namanya menegakkan keadilan adalah tanggung jawab kita semua," tambah Anies.

Hargai Aspirasi

Anies juga mengakui, pihaknya menghargai aspirasi yang disampaikan seluruh komponen masyarakat terhadap UU Cipta Karya. Apalagi aspirasi itu datangnya tidak hanya dari Jakarta, tapi dari berbagai daerah lain di Indonesia.

"Saya sampaikan agar kita bisa menahan diri untuk terus menyampaikan aspirasi dengan tertib dan baik," jelasnya.

Momen Tepat

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansyah, memandang, keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mendatangi para demonstran sangatlah tepat. Meski gejolak penolakan itu berasal dari kebijakan pemerintah pusat, namun Anies tetap memiliki kewajiban untuk menenangkan warganya yang protes terhadap kebijakan itu lewat unjuk rasa yang berujung ricuh.

"Anies mengambil momen yang tepat dari sisi pencitraan kalau dalam artian politik. Dan itu (kedatangan ke massa, red) juga bentuk tanggung jawab dia (Anies) sebagai kepala daerah," kata Trubus saat dihubungi di Jakarta, Kamis (8/10/2020) malam.

Trubus mengatakan, kehadiran Anies ke massa aksi juga bisa dikatakan mewakili kehadiran pemerintah pusat yang berhalangan hadir dalam aksi unjuk rasa itu. Terlebih, Anies sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI), telah berjanji akan membahas soal penolakan itu bersama para gubernur lainnya.

"Jadi yang muncul itu tanggung jawab dia sebagai gubernur, karena presidennya nggak ada. Artinya pemerintah pusat tidak menghadiri, yah dia sebagai penguasa wilayah Jakarta sementara demonstrasinya di situ jadi dia datang," jelasnya.

#Demo   #buruh   #mogok   #ciptakerja   #omnibuslaw   #anies