Massa Kepung Istana Tolak UU Cipta Kerja, Jokowi Kabur Jadi Trending Topik

Safari
Massa Kepung Istana Tolak UU Cipta Kerja, Jokowi Kabur Jadi Trending Topik

Jakarta, HanTer - Ribuan buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya mengepung Istana Kepresidenan untuk berunjuk rasa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Namun di waktu yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) justru melakukan kunjungan kerja (kunker) ke daerah. 

Kunker secara mendadak itulah menjadi tagar di Twitter dan menjadi trending topik. Hingga pukul 16.46, Kamis (8/10/2020) #JokowiKabur menduduki peringkat ke-5 dengan jumlah yang menyukai mencapai 124 ribu twit. Netizen pun ramai-ramai memberikan komentarnya.

#JokowiKabur Jiaahh ngacir dia, katanya kangen didemo. Nih RUU Rakyat untuk #DPRgoblok https://t.co/gjUJ9jZW0J kata @yaniarsim. 

"Mau kemana bapak? takutnya sama mahasiswa," ujar @Rismawati31400927.

"MahasiswaTurunKeJalan, ini merinding banget," tutur @JohaaannSs.

Kenapa malah kabur pak, katanya rindu di demo mahasiswa. Kami datang untuk menyuarakan suara sumbang masyarakat pak. Seperti bapak dulu saat masih jadi pekerja meubeul," tulis @kapas_basaah.

RR: Jangan Kabur

Tokoh nasional dan mantan Menteri Koordinasi Kemaritiman RI Rizal Ramli (RR) juga ikut mendesak Presiden Jokowi untuk menemui para buruh yang berunjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja.

“Mas @jokowi jangan kabur2 dong. Katanya pemberani, ketemu dong dengan pimpinan-pimpinan buruh dan mahasiswa,” ujar Rizal melalui akun twitternya @RamliRizal Kamis, (8/10/2020).

Rizal Ramli juga menyindir Jokowi yang sempat kabur ke Cengkareng pada 4 November lalu, karena khawatir demo Bela Alquran 4 November 2016 terulang.

“Jangan seperti 4/11, ditakuti-takuti, sehingga terpaksa kabur ke Cengkareng, ternyata ndak ada apa-apa. Jika berani memutuskan, berani dong hadapi buruh dan mahasiswa,” imbuhnya.

Ke Kalteng

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Bey Machmudin membenarkan Jokowi mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah untuk meninjau program Food Estate.

"Agenda Presiden untuk Food Estate sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Jadi sama sekali tidak ada kaitan dengan aksi," kata Bey, Kamis (8/10/2020).

Bey menjelaskan kunjungan Jokowi terkait dengan ketahanan pangan yang diberikan peringatan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) di tengah pandemi. Sehingga Jokowi memutuskan untuk meninjau lokasi langsung ke daerah. "Jadi memang Presiden ingin meninjau langsung progress Food Estate ini," ucapnya.

20 Ribu Massa

Sekretaris Jenderal KASBI, Sunarno memperkirakan sekitar 20 ribu orang berasal dari aliansi buruh, mahasiswa, dan masyarakat sipil mendatangi Istana Negada hari ini.

Sunarno menyebut massa akan mendesak Presiden Joko Widodo mencabut pengesahan UU Omnibus Law dan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

"Perkiraan dari buruh temen-temen mahasiswa dan organ gerakan lain, sekitar 20 ribu," ujarnya.

Tak hanya buruh, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) juga bakal melakukan aksi menolak pengesahan RUU Ciptaker di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi dimulai pukul 10.00 WIB dan rencananya diikuti mahasiswa dari 300 universitas.

Angin Lalu 

Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, pengabaian Jokowi pada suara rakyat banyak sebenarnya sudah terpola. Beberapa waktu lalu, Jokowi juga melakukan pelemahan KPK melalui Revisi UU KPK. Bahkan kala itu terjadi demo besar di mana-mana dan dianggap angin lalu. Begitu pula Pilkada 2020 di tengah pandemi Covid-19 dan banyak rakyat yang memprotesnya. 

"Tapi semua dianggap angin lalu Padahal adagium negara demokrasi yakni vox populi vox dei, suara rakyat adalah suara Tuhan," ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Kamis (8/10/2020).

Aminudin menilai, rezim Jokowi berbeda terbalik dengan Orde Baru (Orba) yang dianggap authoritarian system, karena tuntutan massa di tahun 1990-an sangat cepat dipenuhi dari mulai demo SDSB hingga Monitor. Padahal SDSB waktu itu sumber utama pembiayaan olahraga.

Aminudin menyebut, sejak dari awal publik sudah resisten terhadap pemaksaan Presiden Jokowi pada Omnibus Law UU Ciptaker. Karena merugikan rakyat terutama kaum buruh, dan rakyat banyak yang sewaktu-waktu tanahnya bisa diambil secara sepihak oleh pemerintah atau badan hukum.Bahkan menyerobot tanah tanpa persetujuan rakyat pemilik tanah.

"Selain itu banyak pasal lain yang merugikan buruh Indonesia tapi justru untungkan pekerja asing dengan dalih investasi atau kepentingan pemerintah," paparnya.

Aminudin menilai, kerusuhan massa akibat pengabaian pemerintah terhadap penolakan luas rakyat pada UU Ciptaker sebagai respon sikap pemerintah yang anarkhis membuat UU. Apalagi tanpa ada pelibatan publik dalam penyusunan UU sebagaimana lazimnya negara demokrasi. Ditambah juga pengesahanya dilakukan malam hari di tengah rakyat sendiri dikenai PSBB.

#Demo   #buruh   #mogok   #ciptakerja   #omnibuslaw   #jokowi