Hari Ini Sidang Permohonan Terhadap Perusahaan Sarang Walet PT FNS Digelar 

Danial
Hari Ini Sidang Permohonan Terhadap Perusahaan Sarang Walet PT FNS Digelar 
Sidang Permohonan dengan Pho Kiong sebagai Pemohon dan PT Fortune Nestindo Sukses (FNS) sebagai Termohon dengan nomor register 458/Pdt.P/2020/PN Jkt.Utr, kembali digelar dengan agenda pemeriksaan ahli.

Jakarta, HanTer - Sidang Permohonan dengan Pho Kiong sebagai Pemohon dan PT Fortune Nestindo Sukses (FNS) sebagai Termohon dengan nomor register 458/Pdt.P/2020/PN Jkt.Utr, kembali digelar dengan agenda pemeriksaan ahli. Sidang yang dipimpin oleh hakim tunggal Tumpanuli Marbun ini menghadirkan dua orang ahli dari Universitas Trisakti yang keduanya diajukan oleh Pemohon dan Termohon. 

Dari Pemohon mengajukan ahli Renti Maharani, sedangkan dari Termohon mengajukan Arief Wicaksana, dimana sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu 7 Oktober 2020, dan juga dihadiri oleh para Advokat Master Trust Law Firm sebagai kuasa Pemohon, sedangkan dari Termohon dihadiri C Suhadi sebagai kuasanya. 

Alvin sebagai kuasa Pemohon menyatakan cukup puas dengan apa yang ahli sampaikan, baik dari Pemohon maupun dari Termohon. Menurutnya, mereka berbicara sesuai dengan kapasitas mereka dan tidak ada konflik kepentingan, mereka netral dan berbicara sesuai dengan Undang-Undang. 

Yang ia pertanyakan kepada ahli adalah terkait permohonan, yaitu sesuai dengan Pasal 138 UU nomor 40 tahun 2007 yang berbunyi, “Apabila sudah melalui permintaan tertulis diajukan kepada direksi atau perusahaan, tetapi tidak diberikan maka sebagai pemegang saham boleh mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri”. 

“Ahli sudah cukup membuktikan, kita sudah mengajukan permohonan terutulis, permohonan RUPS juga sudah disampaikan, hal yang paling penting adalah sudah terjadi perbuatan melawan hukum yang dilakukan perusahaan tersebut, karena dalam Undang-udang Perseroan Pasal 100 menyebutkan bahwa laporan tahunan itu wajib dibuat, nah ini perusahaan tidak pernah memberikan laporan keuangan selama bertahun-tahun, siapapun itu salahnya maka PT tetap bertanggungjawab,” kata Alvin kepada wartawan usai persidangan, Rabu (7/10/2020).

Di tempat sama, C Suhadi sebagai kuasa PT FNS juga menyatakan ahli yang dihadirkan cukup fair, karena berbicara terkait Undang-undang Perusahaan apa adanya. Namun menurutnya, ada yang terlompati, harusnya kalau berkaitan dengan komisaris, tidak sekonyong-konyong bisa mengajukan penetapan di sini, itu bisa diajukan permohonan RUPS, kalau ada permintaan yang tidak dipenuhi.

“RUPS itu adalah keputusan perusahaan tertinggi, sehingga karena itu lembaga tertinggi, maka segala keputusannya harus diikuti, harus tunduk. Misalnya dalam RUPS itu disetujui adanya penunjukan auditor yang ditandatangani oleh semua pihak, termasuk Pemohon, ya diikuti,dan sekarang kita lihat dari permohonan kita dia mengajukan permohonan salahnya berkaitan Audit dan audit sudah di putuskan, artinya final dong,” papar Suhadi.

Dan menurut ahli, paparnya juga sudah dijelaskan bahwa hasil RUPS LB, semua pihak harus mematuhinya, “Selain itu dengan telah adanya RUPS LB langkah hukum pengadilan menjadi tertutup," sambungnya.

Dalam kaitan-kaitan yang lebih komplek, Suhadi mengatakan, perusahaan sudah melakukannya tugasnya secara benar dan tidak ada penyimpangan dalam persoalan ini. Tuduhan pemohon bahwa laporan keuangan perusahaan tidak jelas itu menurutnya tidak tepat, karena Pemohon juga merupakan mantan Direktur Utama perusahaan sarang walet tersebut. 

“Jadi kalau dikatakan tidak benar, maka dia yang salah dalam menjalankan perusahaan, karena dari tahun 2016 perusahaan berdiri Dirutnya Pho Kiong yang menjadi Pemohon saat ini, sedangkan klien kami masih baru, belum setahun," pungkas Suhadi.