Gus Yaqut Sebut Ada Agenda Politik Tersembunyi Dibalik Desakan Mundur Erick Thohir

Danial
Gus Yaqut Sebut Ada Agenda Politik Tersembunyi Dibalik Desakan Mundur Erick Thohir
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas

Jakarta, HanTer - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah gencar melakukan pembenahan dalam mengelola perusahaan negara, restrukturisasi di tubuh BUMN dinilai sudah on the track atau sesuai dengan kebutuhan yang diterapkan masing-masing perusahaan.

Namun, belakangan Erick Thohir banyak diserang oleh sebagian kelompok yang tidak nyaman dengan kebijakan transformasi BUMN yang digaungkannya itu. Pihak tersebut mendesak Presiden Joko Widodo untuk mencopot Erick baik selaku Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun sebagai menteri BUMN.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyebut kalangan yang meminta Erick Thohir mundur dianggap memiliki agenda politik tersembunyi. 

“Menteri itu kan pembantu Presiden. Kalau pembenahan yang dilakukan dirasa tidak on the track kan pasti ditegur sama bosnya. Justru saya melihat, mereka yang mempersoalkan kinerja Erik Thohir ini punya agenda politik tersembunyi,” ujar Yaqut, Selasa (6/10/2020).

Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas menilai pembenahan yang dilakukan Erick Thohir kepada perusahaan plat merah sudah tepat. Selain itu, Erick juga sudah menunjukan kinerjanya baik kapasitasnya sebagai Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun sebagai menteri BUMN. Misalnya, dalam hal penanganan Covid-19, Erick sudah bekerja keras secara agresif untuk menghadirkan vaksin melalui penguatan perusahaan BUMN Farmasi untuk menopang infrastruktur kesehatan nasional.

“Soal penanganan Covid-19, siapapun yang menangani jika tidak didukung dengan insfrastruktur kesehatan yang kokoh pasti akan mengalami kesulitan. Tapi Erick Thohir ini terlihat agresif ketika mencari vaksin. Saya pikir ini positif untuk menopang infrastruktur kesehatan di negeri ini yang masih lemah. Soal hasil, tentu perlu waktu. Kita tunggu saja,” urainya.

Erick Thohir baru-baru ini bertandang ke Korea Selatan (Korsel) untuk menjajaki kerjasama terkait vaksin. Selain itu, penjajakan kerjasama juga dilakukan dengan perusahaan farmasi dunia lainya seperti Genexine, CanSino, AstraZeneca, Pfizer, Johnson & Johnson, dan Novafax.

Saat ini kerjasama sudah dilakukan antara Biofarma dengan Sinovac dari Cina, Kimia Farma dengan G42 dari UEA, pemerintah juga terus mendorong percepatan produksi vaksin dalam negeri yakni vaksin merah putih.

Lanjut Gus Yaqut, terkait permasalahan ekonomi yang melanda dunia khususnya negara Indonesia yang disebabkan pandemi Covid-19, ia menyampaikan bahwa pemulihan ekonomi tidak bisa hanya dibebankan sepenuhnya kepada seorang Erick Thohir, karena hal ini berkaitan erat dengan banyak kalangan dan lintas sektoral.

“Pemulihan ekonomi jika hanya ditumpukan ke Erick Thohir saja saya kira kok tidak fair. Ini harus dinilai secara lintas sektoral dan kondisi ekonomi global yang juga pasti tertekan karena pandemi,” pungkasnya.

Sebelumya, ratusan Pendekar Banten mendukung Erick Thohir melanjutkan tugasnya sebagai pembantu Presiden Joko Widodo, baik sebagai Menteri BUMN maupun sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). 

Dalam deklarasi dukunganya, pendekar Banten menolak cara-cara yang tidak konstitusional dan cenderung menyerang kehormatan seseorang pejabat negara.

"Bagaimanapun juga pendekar Banten mendukung Erick Thohir sebagai Menteri BUMN ataupun sebagai Ketua Satgas Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)," ujar Sekjen Pendekar Banten Abdul Rahman

Bahkan, pendekar Banten siap berhadapan dengan siapapun yang mencoba-coba mengganggu konstitusi negara.

"Siapapun yang mencoba-coba mengganggu konstitusi negara akan berhadapan dengan pendekar Banten," tegasnya.

Selain itu, Abdul mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga suasana yang damai dan sejuk.

"Sebagai anak bangsa mari kita menjaga kedamaian dan kesejukan. Jangan mudah terpecah belah oleh segelintir oknum yang ingin merusak BUMN," ujarnya.

Senada dengan Abdul Rahman, penasehat hukum pendekar Banten Ibrami, mengatakan sebagai negara demokrasi, sudah Selayaknya pula disampaikan dengan cara-cara bermartabat bukan dengan cara-cara barbar.

"Sampaikan pendapat dengan cara-cara santun. Kita ini negara demokrasi, bukan dengan cara-cara kurang terpuji atau barbar," ungkap Ibrami.

Dukungan pendekar Banten ini disampaikan karena sebelumnya ada sekelompok kecil masyarakat yang melakukan tindakan kurang terpuji terhadap Erick Thohir.

"Itu hanya kelompok kecil masyarakat yang ditunggangi kepentingan orang lain," tutur Ibrami.