Perihal Status Vaksin Covid-19, PA 212: Jangan Korbankan Umat Demi Cukong 

Harian Terbit/Sammy
Perihal Status Vaksin Covid-19, PA 212: Jangan Korbankan Umat Demi Cukong 

Rencana pemerintah yang akan mendatangkan vaksin dari China pada bulan November mendatang, menimbulkan beragam pandangan di berbagai kalangan. Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212 meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) diberikan kewenangan untuk memastikan status halal vaksin Covid-19.

"MUI harus diberikan kewenangan untuk pastikan kehalalan status vaksin," kata Ketua PA 212 Slamet Maarif di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Dirinya menilai, pemberian vaksin yang belum jelas kehalalannya dalam kondisi darurat diperlukan aturan yang jelas. Ia juga meminta masyarakat jangan sampai dikorbankan demi vaksin tersebut. 

"Wajib pastikan kehalalannya jangan korbankan umat dan agama hanya persoalan bisnis dan cukong. Darurat ada aturannya," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Wakil Presiden Maruf Amin mendapatkan pertanyaan soal status halal bagi vaksin Covid-19 yang nantinya akan digunakan masyarakat Indonesia.

Melalui juru bicaranya, Masduki Baidlowi, Maruf menyebut apabila vaksin itu tidak halal pun tidak akan menjadi sebuah masalah.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir melemparkan pertanyaan terkait status halal vaksin untuk covid.

Pertanyaan itu disampaikan saat melaporkan perkembangan vaksin Covid-19 di kediaman dinas wapres, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (2/10/2020).

"Wapres menjelaskan dua hal, vaksin itu kalau halal ya bagus enggak ada problem, tetapi kalau misalnya tidak halal, tidak masalah," ujar Masduki melalui rekaman video.

Masduki menjelaskan vaksin tidak halal tidak akan menuai masalah lantaran digunakan dalam kondisi darurat. "Karena itu dalam kondisi darurat sehingga kemudian tidak masalah dipakai juga," ucapnya.

#Corona   #covid-19   #vaksi   #virus