Tim Tabur Kejaksaan Cokok Buronan Terpidana Narkoba  

Zamzam
Tim Tabur Kejaksaan Cokok Buronan Terpidana Narkoba  
Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun (tengah) terpidana kasus narkoba Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Wanita berparas ayu itu menghilang saat hendak dieksekusi.

Jakarta, HanTer - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan RI kembali menangkap buronan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah membekuk 87 buronan, kini Tim Tabur dibawah kendali Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Sunarta SH MH mengamankan Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun.

Siti Aisyah merupakan terpidana kasus narkoba Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan (Sumsel). Wanita berparas ayu itu menghilang saat hendak dieksekusi.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, membenarkan penangkapan buronan terpidana Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun oleh Tim Tabur gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam yang didukung Tim Tabur Kejaksaan Agung.

“Buronan terpidana Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun diamankan Tim Tabur Kejaksaan saat berada di sebuah tempat beralamat di  RT 01/ RW 16 BLOK A No 71 Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, pada Senin (5/10/2020) sekitar pukul 18.30 WIB,”  ujar Hari Setiyono kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Senin (5/10/2020).

Hari Setiyono mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Pangkalan Balai Nomor 201/Pid.Sus/2019/PN PKB tanggal 10 September 2019, Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun dinyatakan bersalah melakukan pemufakatan jahat untuk tindak pidana narkotika (menjadi perantara dalam jual atau menerima).

Atas perbuatannya, Anita Anggraini alias Siti Aisyah Ainun dijatuhi hukuman selama 12 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Miliar subsider 3 bulan pidana kurungan.

Hari Setiyono menambahkan bahwa Anita Anggraini alias Siri Aisyah Ainun adalah buronan ke-88 di tahun 2020 ini yang berhasil diamankan Tim Tabur Kejaksaan RI.

Hari mengimbau kepada para buronan dimanapun berada agar secepatnya menyerahkan diri kepada penegak hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tidak ada tempat yang aman di negeri ini bagi pelaku kejahatan. Tim Tabur Kejaksaan terus memburu dan menangkap para buronan itu,” ujarnya.