Korban Pelecehan Dibawah Umur Diduga Pengacara Damai dengan Imbalan 5 juta

Danial
Korban Pelecehan Dibawah Umur Diduga Pengacara Damai dengan Imbalan 5 juta
Ilustrasi

Lampung, HanTer - Pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kota Metro, yang ditayangkan oleh media online di Jakarta pada tanggal (29/9) dengan judul (Gadis Belia Jadi Korban Pencabulan, pelaku masih bebas berkeliaran), AH pengacara dari korban, menurut orang tua korban, Diduga telah melakukan perdamaian kepada pihak pelaku pada (23/9/2020).

Mirisnya setelah masalah ini dianggap selesai, keluarga korban sampai berita ini diturunkan, belum menerima hak-hak mereka, seperti kartu keluarga, ijazah korban, KTP Korban, Akte kelahiran korban, sertipikat tanah pekarangan dan sebagainya dari sang Pengacara.

AS menceritakan saat terjadinya penyelesaian atau perdamaian di kediaman Kuasa Hukumnya (Pengacara) yang disaksikan oleh Keluarga Pelaku dan Keluarga Korban, pada tanggal (23/9), AS mengaku memiliki penglihatan yang kurang jelas, sehingga tidak dapat melihat dan membaca surat menyurat yang telah Ia tanda tangani," tuturnya kepada media online di Jakarta, (2/10/2020).

"Pertama saya ngadep, keluaraga tersangka masih ada disitu, lalu saya tanda tangan, yang isinya kop surat yang berisikan perdamaian, sayapun tidak memegang surat perdamaian itu, semua dipegang oleh Kuasa Hukum saya, setelah selasai tanda tangan surat-surat perdamaian itu, lalu orang tua dari pelaku RL meminta maaf kepada saya dan berjabat tangan saya," ungkap AS.

Lebih lanjut AS mengatakan, "AH pengacaranya, memberitahu bahwa sudah damai, sertifikat sudah kembali, dimana sertifikat tersebut adalah sertifikat jaminan pinjaman di Koperasi, dan dari perdamaian itu hutang saya mau di lunasi, dan mendapatkan tali asih, namun seperti apa saya tidak tau," ucapnya.

"Namun sampai detik ini, saya belum menerima hak-hak saya dari Kuasa Hukum saya, dan saya baru diberikan uang lima juta rupiah oleh kuasa hukum 2 hari yang lalu dan AH mengatakan, ini uang untuk kamu bayar hutang ke koperasi," katanya.

AS berharap permasalahan ini cepat selesai tanpa berlarut larut agar anaknya bisa ceria seperti dulu.

"Dan hak-hak saya segera di berikan, semoga kejadian ini menjadi pelajaran buat anak saya agar di kemudian hari lebih berhati-hati lagi," pungkas AS.