Gatot: Demo di Surabaya Orang Bayaran, Makin Diserang KAMI Makin Kuat

Safari
Gatot: Demo di Surabaya Orang Bayaran, Makin Diserang KAMI Makin Kuat

Surabaya, HanTer - Acara silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Surabaya batal digelar lantaran lokasi acara digeruduk massa yang mengatasnamakan Surabaya Adalah Kita. Deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo menyebut kelompok demonstran yang kontra dengan gerakannya di Surabaya adalah massa bayaran.

Menanggapi penolakan dan adanya tekanan terhadap KAMI, pengamat politik dan pemerhati bangsa, Tony Rosyid mengatakan, deklarasi KAMI terus bergaung di sejumlah daerah. Tanpa henti. Dari satu daerah ke daerah yang lain. Bagi mereka yang kecewa terhadap pemerintahan Jokowi, KAMI menjadi tempat yang tepat untuk berkumpul menyuarakan idealisme dan keprihatinan terhadap bangsa.

“Seiring berjalannya waktu, KAMI semakin membesar. Membesar jumlah pengikutnya, juga pengaruhnya. Pelan tapi pasti. Sebelum benar-benar membesar, ada upaya dari "pihak-pihak tertentu" untuk menghambat, bahkan menghalangi. Publik tahu siapa pihak-pihak ini. Baca pola dan isunya, itu khas,” paparnya.

Menurutnya, tak banyak orang dan media tahu momen deklarasi di Surabaya. Begitu juga di daerah-daerah lain. Gara-gara ditolak, ramai dan publik jadi tahu. Media blow up besar-besaran. Bagi KAMI, ini hadiah. Bahkan anugerah. Ada momen untuk iklan gratis. Dengan penolakan ini, konsolidasi KAMI di seluruh Indonesia juga makin kuat. Gelombang empati dan pembelaan makin membesar. 

“Hari ini, media dan medsos ramai. Dipenuhi berita deklarasi KAMI di Surabaya Jawa Timur. Lahan subur bagi KAMI untuk beriklan dan mensosialisasikan diri. Dari peristiwa ini, KAMI berlimpah simpati. KAMI mengambil momentum ini dengan sangat cerdas. Diam tak membalas. Cukup klarifikasi secukupnya. Memberi pemahaman publik tentang identitasnya. Inilah KAMI. Cukup itu saja. Dan rakyat paham,” ujar Tony.

Sementara itu, pengamat politik Rusmin Effendy menilai, semakin ditekan gerakan KAMI semakin mendapat simpatik masyarakat. Bangsa ini sudah kehilangan krisis kepemimpinan. Sehingga KAMI menjadi perlawanan rezim yang zolim. Semakin ditekan justru semakin besar dan mendapat simpati rakyat.

“Sangat terlihat jelas ada aktor intelektual di balik aksi-aksi penolakan KAMI di pelbagai daerah. Saat ini rakyat sudah kehilangan figur pemimpin yang jadi panutan, sehingga KAMI menjadi simbol perlawanan rakyat, menentang kezoliman rezim," paparnya.

Selain itu, lanjut Rusmin, gerakan KAMI akan menjadi bola salju yang semakin solid yang bakal merepotkan rezim saat ini.  Karena itu, seluruh elemen rakyat harus bersatu menciptakan iklim yang kondusif karena pemerintah melanggar amanah konstitusi UUD 1945. "Bukan tidak mungkin KAMI menjadi moral force menumbangkan kekuasaan yang otoriteri yang hanya mempertahankan kelompoknya saja," tandasnya. 

Bayaran 

Deklarator KAMI, Gatot Nurmantyo menyebut kelompok demonstran yang kontra dengan gerakannya di Surabaya adalah massa bayaran. "Karena kehadiran KAMI akhirnya ada demo. Demo kan dibayar. Dalam ekonomi susah seperti ini, ada rekan-rekan yang kesulitan dan ada tawaran ya diterima," kata Gatot, di Masjid As-salam Puri Mas Surabaya, Senin (28/9).

Ia mengatakan KAMI sudah sepatutnya bersyukur karena telah membuat orang lain mendapat uang lewat demonstrasi. "Kita harus bersyukur, karena keberadaan KAMI ini menjadi berkah. Kalau perlu besok demonya yang banyak lagi. Artinya, ada rezeki bagi rekan-rekan kita yang memerlukan uang untuk ikut demo," katanya dilansir CNN Indonesia.

Gatot juga berharap, demonstran penolak KAMI bisa pulang dengan selamat dan membawa rezeki untuk keluarga masing-masing di rumah.

Jiwa Besar

Ketua Front Anti Komunis (FAK) Zikrillah mengatakan, dalam acara KAMI di Surabaya, Gatot Nurmantyo telah berjiwa kesatria, patriot sebagi seorang prajurit yang patuh pada aturan hukum. Oleh karena itu pihak yang kontra dengan Gatot Nurmantyo harus berjiwa besar juga apabila mereka mengalami hal yang sama seperti dialami Gatot Nurmantyo

Koordinator Gerakan Perubahan (Garpu) Muslim Arbi menyebut, tindakan pelarangan di Surabaya tersebut justru membuat KAMI dan Gatot Nurmantyo makin dicintai rakyat. “Di berbagai daerah rakyat makin antusias membentuk KAMI dan mendatangkan Gatot Nurmantyo,” jelasnya.

Muslim mengatakan, orang-orang yang demo terhadap acara silaturahmi KAMI dengan Gatot Nurmantyo hanya dimanfaatkan kelompok Neo PKI. “Harusnya polisi mengintrograsi para demonstran itu termasuk sumber dananya, bukan menghentikan acara KAMI,” paparnya.

Saat ini viral beredar video di media sosial, mantan Panglima TNI Pak Gatot Nurmantyo saat acara sedang berlangsung Gatot sedang pidato lalu polisi masuk menyerbu dan menurunkannya dari Panggung dalam acara silaturahim KAMI Pusat dan KAMI Jatim di Jabal Nur Jambangan Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/9/2020).

Tak hanya itu, dalam video lainnya Gatot sosok anti PKI ini saat sedang keluar justru para pendemo tetap beringas dan menghujat mantan Panglima TNI ini dengan sebutan "anjing". Dan anehnya aparat terkesan hanya diam membiarkan, tidak mengambil tindakan langsung kepada para pendemo yang rasis dan melontarkan caci maki itu.

#Kami   #dinsyamsuddin   #tokoh   #gatot   #tni   #polri