Lama Diburu Kejaksaan; Wanita Paruh Baya Ini Pasrah Saat Ditangkap

Zamzam
Lama Diburu Kejaksaan; Wanita Paruh Baya Ini Pasrah Saat Ditangkap
Buronan terpidana korupsi Drg Hj Maya Laksmini (tengah) mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) tahun anggaran 2006 pada Departemen Kesehatan (kini bernama Kementeriaan Kesehatan) berhasil ditangkap Tim Tabur Kejaksaan

Jakarta, HanTer - Untuk kesekian kalinya Tim Tabur Kejaksaan menangkap buronan terpidana korupsi Drg Hj Maya Laksmini, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan pendidikan dan latihan (Diklat) tahun anggaran 2006 pada Departemen Kesehatan (kini bernama Kementeriaan Kesehatan).

Wanita berusia 55 tahun itu tak berkutik saat disergap tim intelijen gabungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta yang didukung tim intelijen dari Kejaksaan Agung.

“Terpidana Drg Hj Maya Laksmini diamankan saat berada di Jalan Pulo Indah, Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, pada Kamis (24/9/2020) sekitar pukul 13.20 Wib,” ujar Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono dikonfirmasi Harian Terbit, Kamis (24/9/2020).

Drg Maya Laksmini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dan berlanjut berdasarkan putusan  Pengadilan Tipikor Jakarta No. 55/PID/TPK/2012/PT.DKI tanggal 28 November 2012 yang kemudian diperbaiki oleh putusan Mahkamah Agung RI. Nomor : 918 K/Pid.Sus/2014 tanggal 30 Juli 2015.

Atas perbuatannya itu Drg Maya Laksmini dijatuhi hukuman 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Hanya saja pasca putusan berkekuatan hukum tetap (inktracht), Drg Maya Laksmini menghilang dan tak pernah ada lagi di alamat tinggal semula Jalan Tebet Timur Dalam III/22 Rt 06 Rw 03 Tebet Timur, Jakarta Selatan. Maya resmi menjadi buronan Kejaksaan.

 “Terpidana selalu berpindah-pindah tempat tinggalnya,” ujar Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Jakarta Selatan, Odit Megonondo, ketika dihubungi wartawan usai melakukan penangkapan.

Usai ditangkap terpidana langsung dibawa ke kantor  Kejari Jaksarta Selatan untuk proses administrasi sekaligus melaksanakan protokol kesehatan Covid -19.

Setelah itu terpidana dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pondok Bambu, Jakarta Timur.