5 Anggota Bawaslu Sragen Batal Disanksi DKPP

Safari
5 Anggota Bawaslu Sragen Batal Disanksi DKPP
Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) batal memutuskan hasil sidang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) yang diduga dilakukan 5 anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Surakarta, HanTer - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) batal memutuskan hasil sidang dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu (KEPP) yang diduga dilakukan 5 anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Putusan terhadap 5 anggota Bawaslu tersebut akan dilakukan setelah menggelar sidang berikutnya yang waktunya masih belum ditentukan. 

Kelima anggota Bawaslu Kabupaten Sragen yang disidang tersebut adalah, Dwi Budhi Prasetya, Edy Suprapto, Widodo, Raras Mulatsih DK, Khoirul Huda. Kelima anggota Bawaslu itu diadukan ke DKPP oleh Mei Dwi Yuliana, seorang guru sekolah dasar (SD) di Sragen. Mei mengadukan 5 anggota Bawaslu tersebut karena dinilai tidak profesional dan tidak cermat ketika melantik Panwas Kecamatan Tanon, Setyo Murniati.

"Supaya lebih objektif dan agar memiliki rasa keadilan, maka putusan sidang pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu terhadap lima Bawaslu Sragen terpaksa kami tunda," kata Anggota DKPP Alfitra Salamm di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta, Jumat (18/9/2020).

Alfitra mengatakan, ditundanya putusan pada sidang berikutnya agar bisa memberikan rasa keadilan kepada pengadu dan teradu. Sehingga dalam sidang kode etik tersebut tidak ada yang dirugikan. Oleh karena itu dalam sidang berikutnya akan menghadirkan pihak - pihak seperti dari KPU dan partai politik yang sebelumnya tempat bernaung Setyo Murniati.

"Dengan harapan kita memperoleh keterangan dari semua pihak. Kita hadirkan seluruh pihak terkait seperti dari KPU RI, KPU Sragen, dan pihak terkait juga. Serta dari Parpol. Jangan sampai sidang tidak mendengarkan dari semua pihak. Kita ingin hasil yang seadil-adilnya," tegasnya.

Sebagai salah satu pihak teradu, Ketua Bawaslu Sragen, Dwi Budhi Prasetyo mengatakan, tidak ada satupun tahapan yang terlewatkan saat merekrut Setyo Murniati sebagai Panwascam Tanon. Apalagi aaat mendaftar Setyo Murniati juga mengaku sudah mengundurkan diri dari partai. Oleh karena itu saat ada laporan
Setyo Murniati masih aktif di partai maka pihaknya melakukan rapat pleno untuk meminta keterangan atau klarifikasi.

"Ketika kami meminta keterangan ibu Setyo Murniati telah mengundurkan diri tahun 2014 dari PKB. Padahal sebelumnya tidak ada satupun formulir tanggapan masyarakat yang masuk terkait petugas kami yang masih berperan dalam politik aktif," ujarnya.

Sidang kode etik berlangsung sekitar 4 jam. Sidang digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Jumlah peserta yang hadir dibatasi hanya 25 orang. Selain harus jaga jatak, memakai masker dan mencuci tangan, peserta  yang hadir juga harus rapid test di pintu masuk.