Buka Aib Pertamina, Ahok Dikecam dan Dituding Buat Gaduh, DPR: Jangan Buat Pencitraan

Alee
Buka Aib Pertamina, Ahok Dikecam dan Dituding Buat Gaduh, DPR: Jangan Buat Pencitraan

Jakarta, HanTer - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membongkar berbagai aib PT Pertamina ke publik. Mulai dari pengelolaan utang. Ia kesal karena Pertamina terlalu mudah menarik utang,  banyak direksi Pertamina titipan, dan lainnya. Karuan saja pernyataan Ahok dikecam sejumlah pihak.

Lewat akun twitternya, politikus Partai Gerindra Andre Rosiade menilai, Ahok terlalu banyak omong dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang membuat gaduh dan tanpa dasar. Dia mengusulkan Presiden Joko Widodo dan Menteri BUMN Erick Thohir mencopot mantan Gubernur DKI tersebut.

"Pak Presiden @jokowi yg sy hormati, setelah melihat kinerja & perilaku saudara @basuki_btp sbg Komut @pertamina . Sy usulkan ke pak @jokowi & pak Menteri @erickthohir utk mencopot saudara BTP dr jabatannya krn menimbulkan kegaduhan dan Kinerja yg bersangkutan juga biasa2 saja," kata Andre lewat akun Twitter-nya, @andre_rosiade, Selasa (15/9) malam.

Pencitraan

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron mengingatkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar tidak memanfaatkan jabatan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) untuk pencitraan pribadi.

"Sebagai Komisaris Utama (Komut) semestinya Ahok tidak membuat pencitraan di ruang publik, bahkan tembak Kementerian BUMN. Silakan gunakan kewenangan yang saudara miliki di internal," kata Herman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (16/9).

Herman mengaku khawatir, langkah Ahok yang membongkar aib Pertamina ke publik merupakan bentuk pencitraan Ahok untuk menutupi kegagalan mencegah kerugian yang dialami Pertamina.

Tak Etis

Pengamat Migas, Mamit Setiawan mengatakan, cara Ahok melakukan kritik terhadap internal Pertamina dengan membuka dugaan ketidakberesan jajaran pejabat perusahaan pelat merah itu ke muka publik sangatlah tidak etis. Terlebih, saat ini Ahok menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan tersebut.

“Hal-hal seperti ini tidak perlu disampaikan ke publik. Karena dalam mekanisme Pertamina kan ada rapat BOD dan BOC, jika gak setuju sampaikanlah di rapat tersebut. Jangan sampai justru menjadi kegaduhan di masyarakat, statement-statement yang bisa dikatakan yang menyerang internal Pertamina, dengan demikian seharusnya sesuatunya itu lebih baik bisa dibicarakan di dalam," ujar Mamit, Rabu (16/9/2020).

Kecuali lanjut, Mamit yang juga Direktur Eksekutif Energy Watch, kritik-kritik tersebut sudah disampaikan di internal Pertamina namun tidak ada perubahan yang lebih baik mungkin itu sangat wajar dilakukan Ahok. “Setidaknya janganlah berkoar-koar diluar dan hanya menimbulkan kegaduhan. Kan itu juga malah mengganggu kinerja Pertamina,” papar Alumni Universitas Trisakti tersebut.

Mamit menyarakan, Sebagai Komisaris Utama, Ahok harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan baik dengan jajaran BOD dan juga BOC serta para stekholder. “Jangan gara-gara kurang koordinasi dan komunikasi. Terus jadi akhirnya masalah-masalah tersebut bisa tumbuh dan timbul di dalam internal Pertamina sendiri," tandasnya.

Kontroversial

Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI) Yusri Usman mengatakan, pernyataan Ahok yang menyebut banyak direksi titipan di Pertamina karena memang Ahok adalah sosok yang kontroversial, dengan melihat fakta-fakta dilihatnya dan posisinya sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina maka wajar Ahok bersikap. Karena maju mundurnya Pertamina tidak lepas dari tanggungjawab amanah jabatan yang diemban mewakili pemegang saham pemerintah.

"Yang penting tujuan Ahok ingin Pertamina itu bisa efisien, penuh dengan inovasi agar bisa memberikan nilai tambah dalam melayani kebutuhan konsumen," ujar Yusri Usman kepada Harian Terbit, Rabu (16/9/2020).

#Ahok   #bumn   #pertamina