Syekh Ali Jaber Ditusuk, FPI-PA 212 dan GNPF Ulama Minta Umat Islam Waspada

Alee
Syekh Ali Jaber Ditusuk, FPI-PA 212 dan GNPF Ulama Minta Umat Islam Waspada

Jakarta, HanTer - Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, dan Persaudaraan Alumni 212  meminta umat Islam untuk waspada agar kejadian penusukan terhadap Syekh Ali Jaber tak terjadi terhadap ulama/penceramah lainnya dikemudian hari.

Demikian siaran pers FPI, GNPF dan PA212 di Jakarta, Selasa (15/9/2020). FPI, GNPF Ulama dan PA 212 menganggap aksi penusukan terhadap Syekh Ali Jaber patut disebut sebagai percobaan pembunuhan. Karenanya, mereka meminta umat Islam untuk terus waspada agar kejadian serupa tak terjadi kembali.

Selain itu, PA 212, FPI, GNPF Ulama menyerukan kepada segenap umat Islam Indonesia untuk siaga jihad melawan segala bentuk propaganda dan makar serta rongrongan neo PKI kapan saja dan di mana saja.

Sementara itu anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf mengatakan, kekerasan terhadap tokoh agama merupakan serangan terhadap konstitusi sekaligus pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Pasal 28E Ayat 1 dan 29 Ayat 2 UUD 1945 merupakan dasar hukum yang menjamin setiap orang bebas memeluk agama dan beribadah sesuai agamanya. Sementara, kedudukan negara adalah untuk menjamin kemerdekaan setiap warganya atas hal-hal tersebut” kata Bukhori dalam keterangan tertulisnya kepada SINDOnews, Senin (14/9/2020).

Selanjutnya, Pasal 28G UUD 1945 turut mengatur jaminan hak bagi setiap orang untuk memperoleh perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu. Perlindungan, penghormatan, dan pemenuhan hak asasi manusia terhadap warga negara yang dijamin dalam konstitusi tersebut mencakup siapa pun tanpa terkecuali, termasuk tokoh agama, sambungnya.

Menurut data Bareskrim Polri pada 2018, terdapat 21 peristiwa kekerasan dengan korban tokoh agama. Kasus tersebut di antaranya terjadi di Aceh, Banten, DKI Jakarta, Yogyakarta, Sumatera Selatan dan Jawa Timur. Sementara di Jawa Barat menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 13 kasus

Tindakan kekerasan tersebut tidak hanya menimbulkan luka cedera yang parah, tetapi sampai berakibat pada kematian sebagaimana menimpa Ustaz Prawoto, pengurus ormas Islam Persis di Bandung yang dianiaya hingga tewas.

Menurut Bukhori, insiden kekerasan tersebut menggambarkan para tokoh agama merupakan kelompok sosial yang sangat rentan dan senantiasa terancam dalam setiap melakukan fungsinya yang sensitif di masyarakat. Sebab itu, kata dia, dibutuhkan rencana aksi yang sistematis untuk melindungi mereka.

Bukhori menilai perlindungan terhadap tokoh agama harus segera diwujudkan secara serius melalui penyediaan perangkat hukum yang memadai untuk mengantisipasi insiden yang berulang.

Syekh Ali Jaber ditusuk saat mengisi sebuah acara di Masjid Afaludin, Sukajawa, Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung, Minggu 13 September 2020 sore sekitar pukul 16.30 WIB. Ali pun mengalami luka di salah satu lengannya karena serangan senjata tajam.