IKA UNPAD Menenggelamkan Diri dengan Menghilangkan Hak Suara Alumninya

Danial
IKA UNPAD Menenggelamkan Diri dengan Menghilangkan Hak Suara Alumninya
Mantan Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA UNPAD) periode 2008-2012 dan alumni FISIP UNPAD angkatan 1981 Ferry Mursyidan Baldan

Jakarta, HanTer - Mantan Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjajaran (IKA UNPAD) periode 2008-2012 dan alumni FISIP UNPAD angkatan 1981 Ferry Mursyidan Baldan mengatakan, meski sudah terpilih Ketua Umum IKA UNPAD hasil Musyawarah Besar (Mubes X 11-13), namun masih banyak menyisakan masalah, terutama karena keterpilihannya melalui “perwakilan”, yang membuat Ketum terpilih cukup dengan 21 suara. 

"Ini menjadi pertanyaan, bagaimana Penyelenggaraan Mubes bisa menghilangkan suara Alumni dalam Pemilihan Ketua Umum IKA UNPAD," ujar Ferry dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/9/2020).

Ferry menjelaskan, kalau Covid-19 dijadikan alasan, bukankah mekanisme secara virtual bisa dilakukan. Ini bisa disebut dengan Adaptasi Pemilihan Langsung Ketum IKA UNPAD dengan menerapkan protokol kesehatan, apalagi kita memiliki FK UNPAD yang dipercaya Pemerintah dalam uji klinis vaksin Covid-19.

Lanjutnya hal-hal yang mengherankan ini yang melahirkan banyak pertanyaan. Karenanya, proses pemilihan melalui perwakilan (Padahal 3 Mubes sebelumnya selalu melalui Pemilihan Langsung), ini bisa disebut Mubes X menjadi wabah yang Menyerang dan Menghilangkan Suara Alumni dalam Pemilihan Ketua Umum IKA UNPAD.

"Yang penting adalah cara pandang, saya sebagai Alumni UNPAD berharap, Mubes bisa memutuskan bahwa Pemilihan ketua umum unpad dilakukan dengan Pemilu Raya, tentu dengan mempertimbangkan faktor atau kondisi, itu bisa saja diselenggarakan, saya kira.
Toh, kuliah dan rapat-rapat penting pemerintahan, kegiatan belajar mengajar, berbagai kegiatan bisa dilakukan secara virtual," paparnya.

Karena menurut Ferry, yang terpenting pemahaman dan perspektif IKA UNPAD adalah menegaskan, bahwa jangan putuskan relasi atau ikatan alumni dengan almamaternya.

"Karena satu-satunya ruang atau satu-satunya cara untuk membangun ‘sense of belonging’ atau rasa memiliki alumni kepada almamaternya, itu adalah ketika kita semua bisa memberikan hak suaranya dalam memilih siapa Ketua Umum IKA UNPAD," paparnya.

Sekali lagi, kata Ferry majukan UNPAD, kokohkan alumni dengan almamaternya, jangan hilangkan kesempatan atau ruang partisipasi dari Alumni dalam hal memilih Ketua IKA UNPAD. Kecintaan alumni dengan almamaternya sangat luar biasa, baik dalamsumbangsih pikiran, sumbangsih yang lain, termasuk do'a , bayangkan betapa luar biasa kekuatannya ketika seluruh Alumni UNPAD berdo'a bagi kemajuan almamater tercinta ini.

"Jaga, pertahankan dan perkokoh relasi alumni dengan almamaternya dengan tidak memutus itu dalam rangka pemilihan ketua umum IKA UNPAD. Biarlah alumni menentukan pilihannya dalam pemilihan ketua IKA UNPAD kedepan, semangat , dirgahayu almamater tercinta," demikian tutur Ferry.