Para Investor Jangan Terkecoh Investasi dengan Imbalan Tinggi

Danial
Para Investor Jangan Terkecoh Investasi dengan Imbalan Tinggi
Direktur Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman

Jakarta, HanTer - Direktur Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan, para investor ingin berinvestasi dengan imbal hasil tinggi dan risiko seminimal mungkin. 

Kendati demikian, diingatkan agar investor juga tidak boleh terkecoh dengan investasi yang menawarkan imbal hasil tinggi, karena berisiko.

"Bagaimana kita menyeimbangkan hal tersebut? Memang ada orang yang sukanya mengambil risiko, mengejar imbal hasil tinggi. Pemerintah menawarkan satu produk, namanya SBN," ujar Luky dalam Webinar DJPPR, Sabtu (12/9/2020).

Dijelaskannya, Kementerian Keuangan melalui DJPPR mengajak generasi milenial untuk berinvestas, dalam instrumen surat berharga negara (SBN).

Pemerintah menawarkan instrumen SBN ritel, yakni seri SR013. Surat berharga syariah negara (SBSN) ritel tersebut ditawarkan dengan kupon tetap 6,05%.

Terkait waktu penawaran sukuk ritel SR013 tersebut, dimulai pada 28 Agustus dan akan berakhir pada Rabu, 23 September 2020 pukul 10.00 WIB. SR013 ini memiliki tenor sepanjang tiga tahun atau jatuh tempo pada 10 September 2023.

Para investor pun bisa mulai berinvestasi dalam SR013, dengan pembelian minimal Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Instrumen ini memiliki imbal hasil tetap.

"Yang bisa kami sampaikan di sini, feature dari SBN kita itu insya Allah aman. Kedua, pembeliannya mudah karena kita sudah memakai basis platform online, jadi bisa beli di manapun dalam waktu kapanpun selama 24 jam," ulasnya.

Apabila telah membeli sukuk ini, masyarakat tidak hanya berinvestasi, tetapi juga membangun negeri. Dia mengatakan feature ini tidak dimiliki oleh instrumen lainnya.