Bamsoet Channel Launching, Sosialisasi 4 Pilar Manfaatkan Teknologi YouTube

Danial
Bamsoet Channel Launching, Sosialisasi 4 Pilar Manfaatkan Teknologi YouTube
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo ketika memberikan sambutan dalam acara Launching Bamsoet Channel dan Peluncuran Buku. Danial HanTer

Jakarta, HanTer - Seiring pesatnya kemajuan teknologi, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, ikut memanfaatkan teknologi YouTube dalam melakukan sosialisasi 4 Pilar.

Menggandeng para anak muda, Bamsoet melakukan launching Bamsoet Channel, dimana dari pantauan Harian Terbit, Bamsoet Channel yang mulai join tanggal 11 Juni 2020 dengan total view 1,645,390 dan Subscribe sudah lebih dari 50 ribu Subcribers, Jumat (11/9/2020).

Bamsoet juga meluncurkan dua buku terbaru, 'Jurus 4 Pilar' yang tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris, dicetak dan diterbitkan Balai Pustaka.

Ada juga buku 'Solusi Jalan Tengah' yang dicetak dan diterbitkan Biro Humas Sekretariat Jenderal MPR RI. Dalam kesempatan ini Bamsoet sekaligus menerima Kartu Anggota Kehormatan Organisasi Penulis Satu Pena, dari Ketua Umum Satu Pena Nasir Tamara.

Dalam peluncuran buku ke-16 dan ke-17 yang ditulis Bamsoet tersebut diluncurkan bertepatan dengan syukuran ulang tahunnya yang ke-58. Sudah menjadi tradisi tahunan Bamsoet, syukuran bertambahnya usia selalu dibarengi dengan bertambahnya karya buku.

"Sebagai orang yang pernah bergelut di dunia jurnalistik, kebiasaan menulis tak bisa dilepaskan begitu saja. Saya punya doktrin, selama hayat masih di kandung badan, tidak boleh berhenti berkarya. Beruntung teknologi informasi memudahkan saya dalam menulis. Salah satunya melalui note di handphone. Sehingga dalam perjalanan di mobil, menunggu pesawat, maupun di sela kegiatan, masih bisa menyempatkan diri untuk menulis. Berbagai tulisan tersebut kemudian dikompilasi dalam dua buku yang hari ini diluncurkan," ujar Bamsoet dalam peluncuran dua bukunya, di Jakarta, Kamis (10/9/2020) sore.

Hadir antara lain Duta Besar Indonesia untuk Bosnia Herzegovina H.E Roem Kono yang akan menjadi Duta Besar Bosnia, Ketua BPK RI Agung Firman Sampurna, Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Arsul Sani, Fadel Muhammad, Zulkifli Hasan dan Lestari Moerdijat, Syarief Hasan, Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin, Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai dan lain-lain.

Politisi Partai Golkar ini menerangkan, melalui kedua buku tersebut dirinya ingin mempertanggungjawabkan kinerjanya selama hampir setahun memimpin MPR RI. Didalamnya terekam berbagai aktivitas, pertemuan dan kegiatan yang dilakukan Bamsoet.

Sejak melakukan sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui Bamsoet Channel, sudah ada sebanyak 87 video, Bamsoet juga berkolaborasi dengan selebritis dan Youtuber Atta Halilintar, Rafi Ahmad, Baim Wong, Ari Lasso, Ayu Ting Ting, dan Bamsoet juga melakukan kiprahnya untuk proses lahirnya Majelis Syuro Parlemen Dunia, serta mengajak para millenial agar tidak benci dengan politik.

"Berbagai kejadian selama setahun terakhir yang dialami bangsa Indonesia turut terekam dalam kedua buku ini. Dari masalah pandemi Covid-19 hingga menjaga harmonisasi sosial di Papua. Terlebih penting lagi, tentang bagaimana MPR RI memainkan perannya dalam menjaga suhu politik agar tetap sejuk, tak terlalu panas, tak juga terlalu dingin. Kesejukan suhu politik menjadi kunci stabilitas pergerakan roda ekonomi dan pembangunan, yang pada akhirnya mensejahterakan rakyat," papar Bamsoet.

Tokoh yang pernah gagal berkali-kali dalam dunia politik ini telah melahirkan berbagai karya buku, antara lain Mahasiswa Gerakan dan Pemikiran (1990); Kelompok Cipayung, Pandangan dan Realita (1991); Ekonomi Indonesia 2020 (1995); Skandal Gila Bank Century (2010); Perang Perangan Melawan Korupsi (2011).

Pilpres Abal-Abal Republik Amburadul (2011); Republik Galau (2012); Skandal Bank Century di Tikungan Terakhir (2013); Presiden dalam Pusaran Politik Sengkuni (2013); 5 Kiat Praktis Menjadi Pengusaha No.1 (2013); Indonesia Gawat Darurat (2014); Republik Komedi 1/2 Presiden (2015); Ngeri Ngeri Sedap (2017); Dari Wartawan ke Senayan (2018); dan Akal Sehat (2019).

"Berbagai buku tersebut menjadi warisan bagi anak-anak saya maupun generasi muda bangsa pada umumnya. Sekaligus menjadi motivasi bagi mereka agar tak letih belajar. Di usia yang tak lagi muda, saya terus berusaha menghasilkan sesuatu untuk ilmu pengetahuan. Salah satunya dengan menulis buku. Anak-anak muda yang punya semangat besar, tak boleh kalah menghasilkan karya dalam berbagai bentuk lainnya," ulasnya.