Dikecam, Menteri Jokowi Ramai-ramai Protes PSBB Total; Anies Ingin Selamatkan Warga Jakarta Dari Covid-19

Safari
Dikecam, Menteri Jokowi Ramai-ramai Protes PSBB Total; Anies Ingin Selamatkan Warga Jakarta Dari Covid-19

Jakarta, HanTer - Sejumlah menteri Joko Widodo (Jokowi) yang memprotes langkah Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total, dikecam. Protes para menteri itu tidak beralasan karena PSBB total itu untuk menyelamatkan Jakarta dari Covid-19.

Kecaman tersebut disampaikan Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang dan Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan kepada Harian Terbit, Kamis (10/9/2020).

Seperti diketahui, Anies menerapkan kembali PSBB mulai 14 September 2020 mengingat jumlah penderita Covid-19 yang kian meningkat. Per Kamis (10/9/2020), jumlah yang terpapar 49.397 orang dan meninggal dunia mencapai 1.334 orang. 

"Walau terlambat setidaknya Gubernur DKI mau tegas serius menyelamatkan kota Jakarta yang juga ibu kota Negara," ujar Ketua Umum Badan Relawan Nusantara (BRN) Edysa Girsang.

Edysa menuturkan, jika sejak awal pemerintah pusat mau serius dan tegas melindungi kepentingan warganegaranya maka pembatasan orang asing dan yang datang dari berpergian masuk ke Indonesia sudah dilakukan sejak awal. Sehingga apa yang dilakukan oleh Gubernur DKI saat ini membuat kepanikan pemerintah pusat. Apalagi pemerintah pusat tidak punya pola menanganan perekonomian saat darurat ini.

"Saat ini situasi darurat maka penangannya harus ekstra khusus dan darurat. Bukan cuma menakut-nakuti rakyat tapi tak punya pola penangannya," jelasnya.

Edysa menyebut, menyalahkan pihak lain bukan tindakan yang elok bagi sebuah kekuasaan. Namun introspeksi diri itu lebih baik, karena kekuasaan diamanatkan untuk melindungi seluruh tumpah darah dan bangsa Indonesia. Selama ini silang pendapat soal kebijakan antara daerah dan pusat menjelaskan ketidakmampuan menagerial kekuasaan. 

"Ini menunjukakan bahwa pemerintah pusat tak punya cara yang baik menjawab situasi saat ini yang bisa membuat kepala daerah mengikutinya. Jadi cara-cara pemerintah pusat yang membuat perekonomian nasional terpuruk," tegasnya.

Bersinergi

Sementara itu Adi Kurniawan mengatakan, harusnya para menteri yang memprotes kebijakan Anies menerapkan kembali PSBB melakukan sinergis dengan kepala daerah. Oleh karena itu ada baiknya Anies berlakukan PSBB total dengan artian Anies lebih sigap dari para menterinya Jokowi. Terlepas dari apapun kepentingannya.

"Saat ini bukan lagi saling menyalahkan atau bertarung kepentingan. Tapi harus bersama-sama melakukan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk melawan penyebaran Covid-19. Prioritaskan keselamatan rakyat," tandasnya.

Atas protes kebijakan Anies, sambung Adi, maka sudah sangat layak para menteri Jokowi tersebut dipecat. Karena para menteri tersebut sudah menjadi benalu. Oleh karena itu Jokowi harus tegas lakukan evaluasi besar-besaran dan pimpin komando langsung penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Karena para menterinya itu tidak ada yang bisa dipercaya dan tidak becus dalam bekerja.

Pimpinan relawan Jokowi ini meminta pemerintah untuk tidak main-main dalam pandemi covid-19 ini. Ia mengingatkan dampak ekonomi dan politik yang akan dihadapi Indonesia jika angka kasus covid-19 tidak bisa di atasi. Menurutnya, Indonesia bisa mengalami bencana besar apabila pemerintah masih menganggap remeh pandemi covid-19 ini. 

"Ini seperti menanam bom waktu, yang cepat atau lambat bakal meledak. Dan ledakan tersebut bisa lebih dahsyat daripada peristiwa 65 dan 98," ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga mendesak pemerintah agar menerapkan apa yang diterapkan negara-negara lain terkait pemulangan Warga Negara Asing (Asing) termasuk TKA China. "Demi kepentingan rakyat dan harga diri NKRI. Pulangkan juga WNA termasuk TKA China dari bumi Indonesia tercinta," tutupnya.

Diprotes

Diketahui langkah Anies Baswedan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta tak diterima oleh para Menteri Joko Widodo atau Jokowi. Mereka pun melakukan protes karena takut perekonomian kembali jeblok.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengaku khawatir dengan pengumuman Anies tersebut. Ia bilang beberapa bulan terakhir, tren kinerja industri sudah relatif membaik. PMI manufaktur sudah kembali menyentuh angka 50,8 alias di atas ambang batas minimum 50 pada Agustus 2020 lalu.

“DKI kembali akan menerapkan PSBB ketat. Ini tentu sedikit banyak akan kembali memengaruhi kinerja industri manufaktur yang ada di RI, apalagi kalau diikuti provinsi lain yang kembali menerapkan PSBB ketat. Kami melihat industri yang sudah menggeliat ini, kami khawatir mendapat tekanan,” katanya dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Kadin, Kamis (10/9/2020).

Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar juga mengkhawatirkan keadaan serupa. Mahendra mengatakan perlu ada pengecualian bagi sektor industri yang bisa menjalankan protokol kesehatan. Ia menilai Kadin bisa menciptakan standar yang bisa diikuti tiap industri dan hal ini perlu didorong untuk diakomodir oleh Pemprov DKI Jakarta.

“Saya khawatir kalau dipukul rata seperti ini, tidak realistis kita berpandangan pandemi akan selesai. Dalam jangka pendek maka tidak ada yang tahan,” ucap Mahendra.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto juga mewanti-wanti dampak PSBB ini. Ia bilang jika PSBB diberlakukan, ada risiko jalur distribusi terganggu. Ia bilang kelancaran jalur distribusi diperlukan kelancaran jalur-jalur distribusi termasuk logistik supaya usaha dan perekonomian tetap berjalan.

“Karena PDB kita 50 persen konsumsi. Kalau distribusi ini tidak lancar akan mengganggu PDB RI,” ucap Agus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti pasar keuangan. Kamis (10/9/2020) pagi ini, ia bilang pengumuman PSBB ketat jilid II telah menimbulkan ketidakpastian pada pasar saham terutama IHSG. Gara-gara pengumuman itu, IHSG kini berada di bawah 5.000 lagi seperti awal pandemi.

“Kita harus lihat gas dan rem ini. Kalau direm mendadak kita harus menjaga kepercayaan publik karena ekonomi ini tidak semua faktor fundamental tapi ada sentimen,” katanya.

#Corona   #covid-19   #psbb   #jakarta   #anies   #menteri   #jokowi