Sebut Bursa Saham Anjlok Akibat PSBB Jakarta, Rizal Ramli: Airlangga Jangan ‘Suudzon’ dan ‘Cetek’

Alee
Sebut Bursa Saham Anjlok Akibat PSBB Jakarta, Rizal Ramli: Airlangga Jangan ‘Suudzon’ dan ‘Cetek’

Jakarta, HanTer - Ekonom senior Rizal Ramli meminta Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tidak suudzon dan cetek. 

“Jangan kaitkan kebijakan PSBB Jakarta dengan jatuhnya bursa saham di Jakarta. Sebab bursa saham Amerika Serikat juga drop kok,” kata Rizal Ramli yang pernah menjawabat Menko Perekonomian ini, Kamis (10/2020).

Menurut Rizal Ramli, asing sudah keluar sejak awal minggu ini akibat isu dewan moneter yang mengancam independesi Bank Indonesia.

Seperti dilansir Antara, sejumlah bursa saham di negara lain juga mengalami penurunan dan melemah, antara lain Inggris, Jerman, dan Prancis.

Anjlok

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh lebih dari 5 persen.

"Beberapa hal yang kita lihat sudah menampakkan hasil positif, berdasarkan indeks sampai dengan kemarin, karena hari ini indeks (IHSG) masih ada ketidakpastian karena announcement Gubernur DKI (Anies Baswedan) tadi malam, sehingga indeks tadi pagi sudah di bawah 5.000," ungkap Airlangga dalam Rakornas Kadin, Jakarta, Kamis (10/9/2020).

Ia juga mengatakan kebijakan gas dan rem memang perlu dilakukan. Namun, jika melakukan rem mendadak tentu harus ada pertimbangan sentimen dari pasar itu sendiri yang berpengaruh terhadap perekonomian.

"Namun kita juga harus melihat bahwa gas dan rem ini kalau digas atau direm mendadak itu tentu kita harus menjaga kepercayaan, karena ekonomi tidak hanya soal fundamental tapi juga sentimen pasar," katanya.

Seperti diketahui, IHSG dibuka negatif di awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (10/9/2020). IHSG berada pada level 4.928,98 atau turun 220,3 poin (4,3 persen) dibanding penutupan sebelumnya pada level 5.084,32.