Angka Pengangguran Naik, Orang Miskin Bertambah

Safari
Angka Pengangguran Naik, Orang Miskin Bertambah
Ilustrasi aktivitas warga saat penerapan new normal (ist)

Jakarta, HanTer - Pemerintah memprediksi penduduk miskin bertambah sebanyak 3,7 juta akibat virus corona. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan sekitar 22 dari 34 provinsi di Indonesia mengalami kenaikan angka kemiskinan pada Maret 2020, akibat dampak pandemi virus corona (Covid-19). Total penduduk miskin Indonesia per Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang.

Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Tony Rosyid mengatakan, pertumbuhan ekonomi minus 32,5 persen dan berlanjut pada kuartal berikutnya, ini tanda resesi ekonomi. Dampak dari resesi ekonomi diantaranya peredaran uang tersendat, produksi turun, konsumsi anjlok, yang mengakibatkan terjadi pengurangan tenaga kerja alias PHK. Angka pengangguran naik dan orang miskin bertambah. 

Menurutnya, di Jakarta, 3,6 juta penduduk saat ini bergantung pada bansos. Hanya 2,4 Juta yang punya tabungan dan bertahan hidup. Kira-kira, kondisi di tingkat nasional gak jauh berbeda. 

“Resesi ekonomi jika tak diantisipasi dan ditangani dengan tepat, ini akan melahirkan gejolak sosial. Gejolak sosial adalah keniscayaan akibat resesi ekonomi yang tidak tertangani dengan tepat. Pandemi berdampak resesi ekonomi, resesi ekonomi menyebabkan gejolak sosial, dan gejolak sosial mengakibatkan gejolak politik. Jika gejolak politik tak terkontrol, terjadilah transformasi kepemimpinan,” papar Tony kepada Harian Terbit, Rabu (9/9/2020).

Karena itu, lanjutnya, pemerintah mesti jujur soal data dan berani mengungkap kondisi obyektif yang ada. Semakin ditutupi dan dimanipulasi datanya, ini justru akan menjadi bom waktu yang setiap saat meledak

“Yang terpenting menghadapi kondisi saat ini adalah pertama, kejujuraran pemerintah membuat data kemiskinan. Kedua, kejujuran untuk mengungkap kondisi obyektif dan kemampuan pemerintah terutama terkait anggaran. Ketiga, penanganan yang tepat terhadap dampak resesi ekonomi, terutama dalam mengatasi kemiskinan,” ungkap Tony.