Kuasa Hukum Apresiasi Vonis Dua Oknum Jaksa Kejati DKI

Zamzam
Kuasa Hukum Apresiasi Vonis Dua Oknum Jaksa Kejati DKI
Mantan Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI Jakarta Yanuar Reza Muhammad dan Jaksa Kasubsi Tipikor dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Fristo Yan Presanto, dan seorang pihak swasta bernama Cecep Hidayat. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara korupsi tahun lalu.

Jakarta, HanTer - Tim kuasa hukum dua oknum jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI mengapresaisi putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang memvonis dua terdakwa masing-masing dua tahun penjara potong masa tahanan.

"Tentunya kami berterima kasih kepada majelis hakim yang telah memvonis klien kami dengan  pertimbangan hukum yang seadil-adilnya," ujar ketua tim kuasa hukum dua terdakwa Rudianto Manurung usai pembacaan putusan, Rabu (9/9/2020).

Dua terdakwa itu yakni mantan Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI Jakarta Yanuar Reza Muhammad dan Jaksa Kasubsi Tipikor dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Fristo Yan Presanto, dan seorang pihak swasta bernama Cecep Hidayat. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait penanganan perkara korupsi tahun lalu.

Menurut pengacara yang ditunjuk PJI (Persatuan Jaksa Indonesia) itu sejak awal sudah menduga jaksa  penuntut umum ragu terhadap dakwaan dan tuntutan pidananya.

“Terbukti majelis hakim memvonis klien kami selama dua tahun penjara,” ujarnya.

Bahkan lanjut pemilik usaha peternakan burung walet, requisitor penuntut umum terlalu dipaksakan.

“Sehingga majelis hakim memiliki pandangan lain, terhadap tuntutan pidana jaksa,” ujarnya.

Dia  meminta kepada pimpinan Kejaksaan Agung agar melakukan upaya eksaminasi, terhadap para jaksa yang menyidangkan perkara tersebut.

“Saya meminta kepada pimpinan Kejaksaan Agung agar melakukan upaya eksaminasi terhadap jaksa yang menyidangkan klien kami," ujarnya.

Selain menghukum dua tahun penjara, majelis hakim pimpinan Fahzal Hendri juga menjatuhkan pidana denda Rp50 juta. Dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, majelis hakim memerintahkan diganti dengan kurungan badan.

“Menjatuhkan pidana kepada para terdakwa masing-masing selama dua tahun penjara dan subsidair lima puluh juta. Apabila denda tidak dibayarkan maka diganti dengan kurungan badan selama satu bulan,” ujar Fahzal Hendri.

Menurut hakim, ketiganya terbukti melanggar Pasal 23 undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 412 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam pertimbangan yuridis hal yang memberatkan kedua oknum jaksa tersebut tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi. Sedangkan hal yang meringankan para terdakwa masih memiliki tanggungjawab sebagai kepala keluarga.

Sebelumnya ketiga terdakwa dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) masing-masing selama 4 tahun 6 bulan kerangkeng.

Selain hukuman badan, penuntut umum yang beranggotakan Jimmy Banau, Budi Naninggolan dan Muhammad, juga mewajibkan kepada kedua terdakwa Yanuar Rheza dan Firsto Presanto agar membayar denda masing-masing sebesar Rp200 juta subsidair 3 bulan bui.