KAMI Dinilai Sulit Jadi Kendaraan Politik Gatot

Sammy
KAMI Dinilai Sulit Jadi Kendaraan Politik Gatot
Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo

Jakarta, HanTer - Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dinilai tak bisa menjadi kendaraan politik untuk mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Namun disisi lain, nama Gatot disebut layak mendampingi Anies Baswedan dalam kontestasi pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat sulitnya kemungkinan KAMI sebagai kendaraan politik Gatot tersebut. Meski, Gatot menjadi salah satu deklarator KAMI.

Alasan pertama, kata Hendri, karena KAMI bukanlah partai politik (parpol). Sehingga, Gatot harus maju melalui parpol.

"Kan yang berpeluang jadi presiden ada banyak di situ, termasuk figur Din Syamsuddin dan Rizal Ramli," ujarnya di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, perjalanan Gatot untuk mencalonkan diri menjadi orang nomor satu di Tanah Air, masih jauh dan berliku.

Gatot pun harus mendukung agar presidential threshold dihapus atau menjadi 0 persen, agar kesempatan dirinya maju bertambah.

"Perjuangan threshold yang digagas Rizal Ramli dan Refly Harun yang meminta threshold 0 persen itu harus didukung oleh Gatot. Menurut saya, PT 0 persen itu yang terbaik buat Indonesia, karena akhirnya masyarakat bisa mendapatkan pemimpin yang bagus," terang dia.

"Tapi perjalanan Gatot masih jauh, cukup berliku, walaupun dengan adanya KAMI dia punya modal untuk memiliki massa pendukung yang real," lanjut Hendri.

Sebelumnya, sekelompok masyarakat mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di kawasan Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8/2020).

Mereka mendeklarasikan 10 Jati diri yang dibacakan oleh Ahmad Yani yang didapuk sebagai Ketua Komite KAMI.

Anies-Gatot

Disisi lain, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Adi Prayitno, menuturkan, nama Gatot Nurmantyo cukup memiliki potensi besar untuk turut berlaga di Pilpres 2024. Meski, nama Gatot terbilang telat muncul dibanding nama-nama lain seperti Jokowi dan Prabowo.

Dari beberapa nama tokoh, Anies Baswedan memiliki potensi besar untuk dicalonkan sebagai pasangan Gatot kelak. Sebab, keduanya relatif ideal dan profilnya masih bisa dikapitalisasi untuk dijual.

"Kalau benar pasangan ini maju, Pilpres 2024 akan lebih ramai dan semarak," ucap Adi di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Direktur eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menilai, baik Gatot maupun Anies, memiliki profil yang relatif bisa diterima oleh orang banyak. Sehingga, bisa menjadi modal sosial.

"Terlebih, Pilpres 2024 masih lama dan memberikan waktu panjang untuk keduanya mark up profiling," terang dia.

Namun menurut Adi, satu-satunya kelemahan Gatot adalah tidak mendapat dukungan partai politik. "Sekarang, tinggal bagaimana dia (Gatot) bergerilya untuk mendapat support," ujar Adi.

Adi juga mengingatkan, tanpa dukungan partai politik, maka skenario ini hanya bersifat utopia atau khayalan. "Karena politik itu tidak berbicara retorika saja, juga dukungan nyata," ucapnya.